Bagaimana Seharusnya Bayi Makan?

Paulin Surya Phillabertha (Penulis)

Riyo P. Irawan (Penyunting)


Sebagai bagian dari 1000 Hari Pertama Kehidupan, cakupan nutrisi pada ibu hamil hingga bayi usia 2 tahun merupakan hal yang wajib dicermati. Pertumbuhan dan perkembangan pesat organ dan fungsinya juga harus diimbangi dengan kebutuhan nutrisi. Berikut ini kami jelaskan kebutuhan nutrisi apa saja yang harus tercukupi pada setiap usia bayi Anda.

(Baca juga Nutrisi Bahan Makanan: Cara Praktis untuk mengetahui jumlah nutrisi dalam setiap bahan makanan yang dipakai )




Kebutuhan Nutrisi Bayi Usia 0-6 Bulan


Periode ini merupakan periode ASI eksklusif, yaitu kebutuhan nutrisi bayi pada usia ini dicukupi dengan ASI saja.


Ibu diperbolehkan untuk menyusui bayinya sesering mungkin minimal 8 kali sehari, jika bayi tidur lebih dari 3 jam maka bayi dapat dibangunkan untuk diberikan susu.


Ibu wajib mengenali tanda lapar pada bayi, seperti bayi membuka mulut, mencari putting susu, atau memasukkan tangan ke mulut. Ibu disarankan untuk memberikan ASI ketika tanda lapar ditemukan, BUKAN ketika bayi menangis.


Bayi yang menangis menandakan tanda lapar yang sudah lanjut. Jika bayi sudah terlanjur menangis, ibu disarankan untuk menenangkan bayi terlebih dahulu sampai menunjukkan tanda lapar seperti di atas.


Ibu dapat menilai apakah ASI tersebut sudah mencukupi kebutuhan bayi dengan memperhatikan apakah frekuensi buang air kecil bayi 6-8 kali sehari, durasi bayi menyusu selama 10-30 menit untuk satu payudara, dan kenaikan berat badan sesuai dengan grafik KMS.



Apakah MP-ASI dapat diberikan dalam rentang usia ini? Simak penjelasan di bawah ini!


Kebutuhan Nutrisi Bayi Usia 6-12 Bulan


Mulai usia 6 bulan, bayi dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Secara umum, menurut WHO Global Strategy for Feeding Infant and Young Children (2003), pemberian MP-ASI harus memenuhi 4 syarat di bawah ini:

1. Tepat waktu


MP-ASI diberikan ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Pada usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi bayi seperti kebutuhan energi, protein, zat besi, vitamin D, seng, dan vitamin A tidak cukup hanya dengan ASI saja sehingga memerlukan MP-ASI. Lalu kapan bayi siap untuk boleh mengkonsumsi MP-ASI? Bayi diperbolehkan untuk makan MP-ASI ketika perkembangan oromotor bayi sudah baik. Tanda oromotor baik:

  1. Dapat duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepala sendiri tanpa dibantu

  2. Tertarik terhadap makanan, dapat ditunjukkan dengan berusaha mengambil makanan di depannya

  3. Merasa lebih lapar dan menunjuukan tanda lapar, misalnya bayi gelisah dan tidak tenang meskipun sudah diberikan ASI rutin

  4. Mampu menelan makanan padat

Secara alami kemampuan tersebut dapat dicapai pada usia 4-6 bulan.


MP-ASI sebenarnya dapat diberikan pada usia dini yaitu 4 bulan apabila fungsi oromotor bayi sudah baik (bayi sudah dapat duduk tegak, mengkoordinasikan mata, mulut dan tangan dan dapat menelan makanan), pemberian ASI tidak mencukupi untuk menaikkan berat badan minimal dan bayi terlihat lapar meskipun telah diberikan ASI.


2. Adekuat


Pemberian MP-ASI dan ASI dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien.


3. Aman dan higienis

Sebelum menyusui dan memberikan MP-ASI, disarankan untuk cuci tangan terlebih dahulu. Alat-alat makan dan minum juga harus bersih dan steril. Buah dan sayur dicuci bersih menggunakan sumber air bersih. Proses memasak makanan harus benar, tidak diperbolehkan untuk mencampur makanan mentah dengan yang matang termasuk memakai bekas telenan makanan mentah untuk makanan matang dan disarankan untuk menyimpan makanan di tempat yang aman.


Pemberian garam pada MP-ASI sebaiknya diberikan secukupnya (<1 gr/hari) pada MP-ASI yang dimasak sendiri dan pada MP-ASI kemasan sebaiknya menggunakan MP-ASI kemasan yang khusus diproduksi untuk bayi dan terdapat bukti ijin BPOM.


Penambahan gula pada MP-ASI dapat dilakukan bila dibutuhkan. Menurut Codex Stan 064-1981 (Codex Standard for Processed Cereal-Based Foods for Infants and Young Children), penambahan sukrosa atau glukosa < 5g/100 kkal dan penambahan fruktosa < 2,5 g/100 kkal pada sereal berprotein tinggi dapat dikatakan aman untuk bayi.


4. Diberikan dengan cara yang benar

Pemberian MP-ASI dan ASI sesuai dengan tanda lapar yang ditunjukkan anak melalui bahasa tubuh.


Pemberian makan bayi 6-9 bulan


Pada fase ini, bayi dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Bayi dalam tahap penyesuaian dengan MP-ASI sehingga sangat disarankan untuk ibu sabar dan mendukung bayi untuk makan dan tidak disarankan untuk memaksa bayi menghabiskan makanan.


MP-ASI yang disarankan yaitu:

  1. Makanan yang padat energi, protein, dan zat gizi mikro seperti zat besi, seng, kalsium, vitamin A, vitamin C dan folat

  2. Makanan tidak berbumbu tajam, tidak menggunakan gula, garam, penyedap rasa, pewarna dan pengawet

  3. Mudah ditelan dan disukai anak

  4. Tersedia lokal dan harga terjangkau


Tabel dibawah ini menunjukkan bentuk, jumlah, dan frekuensi pemberian MP-ASI pada anak 6-9 bulan. Jumlah kalori yang dibutuhkan sebanyak 200 kkal/hari yang dibagi dalam 2-3 kali makanan utama dan 1-2 kali makanan selingan.



Pemberian makan bayi 9-12 bulan


Kebutuhan energi mencapai 350 kkal/hari yang dibagi menjadi 3-4 kali makanan utama dan

1-2 kali makanan selingan. Ibu disarankan untuk menggunakan mangkuk 250 ml untuk mengetahui takaran asupan bayi, tetap sabar dan mendukung bayi untuk makan, dan tidak memaksa bayi untuk makan. Pada usia ini, anak tetap diberikan ASI. MP-ASI yang diberikan merupakan makanan yang lebih padat seperti bubur nasi, nasi tim, dan nasi lembek.



Pemberian makan bayi 12-24 bulan

Kebutuhan energi sebesar 550 kkal/hari yang dibagi dalam 3-4 kali makanan utama dan 1-2 kali makanan selingan. Ibu disarankan untuk menggunakan mangkuk 250 ml untuk mengetahui takaran asupan bayi, tetap sabar dan mendukung bayi untuk makan, dan tidak memaksa bayi untuk makan.


Anak usia 1-3 tahun sangat wajar untuk menolak makanan baru karena hal tersebut merupakan bagian dari tahap perkembangannya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian makan pada batita mengikuti kaidah Feeding Rules (Aturan Makan) yang dianjurkan oleh Bonnin. Kaidah Feeding Rules terdiri atas:


1) Jadwal

  • Buatlah jadwal makanan utama dan makanan selingan secara teratur, yaitu 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan diantara makanan utama.

  • Susu 2-3 kali sehari

  • Durasi setiap kali makan ≤ 30 menit

  • Hanya boleh konsumsi air putih di antara waktu makan

2) Lingkungan

  • Lingkungan ketika makan menyenangkan. Jangan memaksa anak untuk makan

  • Tidak terdapat hal yang mengganggu anak saat makan seperti TV, gawai, komputer dan mainan

  • Tidak disarankan untuk memberikan makanan sebagai hadiah

3) Prosedur

  • Dorong anak untuk makan sendiri

  • Jika anak tidak mau makan seperti menunjukkan tanda mengatupkan mulut, memalingkan kepala, dan menangis, maka tawarkan makanan kembali secara netral, tidak membujuk dan memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, maka akhiri proses makan.


Membesarkan seorang anak memang bukan pekerjaan yang mudah apalagi ketika pertumbuhan dan perkembangan kritis sedang terjadi pada anak. Sebagai orang tua, wajar apabila terdapat ketakutan dalam hal pemberian nutrisi pada anak. Anak saya sudah kenyang, tetapi apakah nutrisinya sudah tercukupi? Pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan sederhana: perhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak Anda. Cermati baik-baik karena pengamatan orang tua lah yang menentukan apakah anak Anda perlu dibawa ke dokter untuk konsultasi atau tidak. Pada akhirnya, pepatah you are what you eat (Anda seperti apa yang Anda makan) akan tercermin dari kesehatan Anda sendiri.




Penulis: Paulin Surya Phillabertha, S.Ked.

paulinephillabertha@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito


Penyunting: Riyo Pungki Irawan, S.Ked.

riyopungkiirawan@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito


Desainer Grafis: Tegar Ardhi Wardana, S.Ked.

tegar.ardhiwardana@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito

Referensi

  1. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu IBU (MPASI). Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi. Diakses 23 Mei 2019

  2. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018. Usia, Perkembangan Anak, dan Tahapan MPASI. Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi. Diakses 23 Mei 2019

  3. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2015. Rekomendasi praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. Ikatan Dokter Anak Indonesia.

  4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementrian Kesehatan dan JICA (Japan International Cooperation Agency).

306 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia