Benarkah Pola Asuh Memengaruhi Kepribadian Seseorang?

Lily Chandra (Penulis)

Riyo Irawan (Editor)


Mungkin banyak dari Anda yang sudah melakukan berbagai tes kepribadian baik daring (online) maupun datang langsung ke psikolog hanya untuk sekadar ingin tahu tipe kepribadian Anda. Tetapi, pernahkah timbul pertanyaan dalam diri Anda ‘’Mengapa saya berbeda? Apa yang membuat orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda? Apakah ini keturunan? Atau benarkah pola asuh orang tua memengaruhi kepribadian Anda?”





Siapakah Kita dan Mengapa Kita Berbeda?


Setiap individu merupakan individu yang unik. Sebagai suatu entitas yang kompleks, setiap individu berbeda dari individu yang lainnya. Tampilan fisik, sifat, dan perilaku menjadi atribut-atribut yang membentuk suatu individu. Lalu, bagaimana dengan kepribadian?


Kepribadian (personality) merupakan kumpulan sifat, karakter dalam diri seseorang yang menjelaskan bagaimana seseorang bersikap, berpikir, dan berperilaku.


"Kepribadian menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan kecerdasan kognitif seseorang, kemampuan individu dalam menyelesaikan masalah, dan membuat suatu keputusan."

Kepribadian inilah yang menjadi dasar akan diri kita, yang menjadikan seseorang berbeda antara satu dan yang lainnya. Teori kepribadian oleh Robert McRae dan Paul Costa menilai kepribadian seseorang berdasarkan 5 komponen yaitu, extraversion, neuroticism, openness to experience, conscientiousness dan agreeableness. Teori ini dikenal juga dengan sebutan The Five Factor Model (the big five) dan sering disingkat menjadi OCEAN. Teori OCEAN sering digunakan dalam evaluasi klinis, untuk kepentingan riset, maupun dalam evaluasi sehari-hari.


Pola Asuh Orang Tua dan Kepribadian Kita

Kepribadian merupakan produk interaksi antara genetik dan lingkungan. Berangkat dari pernyataan tersebut, terdapat beberapa studi yang mengevaluasi peran/interaksi lingkungan dengan perkembangan kepribadian seseorang. Keluarga sebagai medium interaksi sosial pertama dalam perkembangan seorang anak memegang peranan penting di sini.


"Pembentukan dan perkembangan kepribadian seseorang tentu dipengaruhi oleh pola asuh orang tua terhadap anak, di lingkungan seperti apa dan bagaimana anak itu dibesarkan."

Secara garis besar, pola asuh orang tua terhadap anak dapat dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, authoritative, authoritarian, permissive, dan neglecting.

1. Authoritative

Memiliki ciri pola asuh yang penuh dengan kehangatan, orang tua yang disiplin namun tetap tanggap dengan keluhan dan keinginan anak, juga orang tua yang berusaha untuk mendengarkan opini dari anak mereka.


2. Authoritarian

Memiliki ciri pola asuh yang disiplin dan keras, yang sering kita kenal dengan pola asuh “tangan besi”. Anak yang berasal dari pola asuh authoritarian biasanya menjadi takut dengan orang tua mereka.


3. Permissive

Pola asuh ini menekankan ajaran yang lebih bebas dengan kecenderungan untuk mengikuti keinginan anak dan membiarkan bila anak melakukan hal yang kurang tepat.


4. Neglecting

Pola asuh yang terkesan tidak mempedulikan anak.


Beberapa studi mengkaji bagaimana pola asuh orang tua memengaruhi kepribadian seorang anak dinilai dari komponen the big five factor model. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di British Journal of Psychology Research pada tahun 2015, pola asuh anak yang bersifat authoritative berkontribusi pada nilai komponen extroversion yang lebih tinggi. Dijelaskan juga bahwa pola asuh authoritative mendukung anak untuk lebih mandiri, adaptif, dan kreatif. Sedangkan untuk pola asuh authoritarian terbukti berpengaruh pada komponen kepribadian agreeableness (bagaimana seseorang bisa hidup berdampingan dengan yang lain). Seseorang yang dibesarkan dengan pola asuh authoritarian cenderung akan lebih agresif dan sering terlibat konflik dengan orang lain. Pola asuh neglecting terbukti berpengaruh pada komponen kepribadian neuroticism. Hal ini berkaitan dengan peran orang tua yang minim dalam pertumbuhan dan perkembangan anak maka dapat mengakibatkan kecenderungan anak menjadi pribadi yang lebih mudah sedih dengan semangat hidup yang kurang.


Berbagai kepribadian dikenal memiliki karakter positif maupun negatif, bukan berarti seseorang langsung dapat dicap sebagai orang jahat dan baik. Banyak faktor yang memengaruhi kepribadian seseorang dan kepribadian tersebut tidak bersifat mutlak. Sebagaimana manusia yang tumbuh dan berkembang, kepribadian sesorang pun dapat berkembang seiring dengan berjalannya waktu.


Penulis: Lily Chandra


Editor: Riyo Irawan

riyopungkiirawan@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito


Desainer Grafis: Ninda Feranggita Pradani

nferanggita@gmail.com

Referensi

  1. Edobor, O.J. & Ekechukwu, R. (2015) Parenting Styles and Personality Traits among Senior Secondary School Students in Rivers State Nigeria, West African British Journal of Psychology Research Vol.3, No.4, pp.9-18, October 2015

  2. Prinzie, P. et al., (2009) The Relations Between Parents’ Big Five Personality Factors and Parenting: A Meta-Analytic Review Journal of Personality and Social Psychology 2009, Vol. 97, No. 2, 351–362

  3. https://positivepsychology.com/big-five-personality-theory/ diakses pada 29/06/2019

  4. https://www.verywellfamily.com/types-of-parenting-styles-1095045 diakses pada 29/06/2019

69 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia