BAGAIMANA BERSEPEDA SEHAT?




Apa kabar Sobat Sehat semua? Udah berolahraga apa nih minggu ini? Mungkin Sobat Sehat juga sudah familiar ya dengan olahraga yang akan dibahas kali ini yaitu bersepeda. Semenjak pandemi kayaknya olahraga satu ini kembali booming di kalangan masyarakat. Banyak orang rela mengantri lama di depan toko sepeda untuk membeli alat transportasi ini. Eitss... tetapi bagaimana sih sebenarnya cara bersepeda yang sehat? Yuk, simak artikel berikut ini.


Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang digemari oleh masyarakat karena memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Terutama dalam kondisi pandemi yang tak kunjung berakhir ini, masyarakat mulai kembali menggemari sepeda sebagai salah satu olahraga pilihan. Bersepeda memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung serta kebugaran tubuh. Rutin bersepeda juga dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung, stroke, penyakit sendi, dan lain sebagainya. Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga low-impact dan dapat dilakukan oleh berbagai kalangan usia. Disamping itu juga, bersepeda membuat kita lebih menikmati pemandangan dan berdampak baik untuk lingkungan.


Bersepeda merupakan aktivitas aerobik yang berfokus untuk melatih jantung, pembuluh darah dan paru-paru. Menurut penelitian yang ada, bersepeda disebutkan dapat membakar lebih dari 500 kalori per jam. Bersepeda juga memiliki berbagai efek baik terhadap kesehatan antara lain :

- Meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah

- Meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas

- Meningkatkan mobilitas otot

- Mengurangi stress

- Memperbaiki postur dan koordinasi

- Memperkuat tulang

- Mengurangi kadar lemak di dalam tubuh

- Mengurangi kecemasan dan depresi.


Sekarang Sobat Sehat sudah tahu ya apa saja manfaat dari bersepeda. Kemudian bagaimana sih cara bersepeda yang benar agar bisa mendapatkan manfaat – manfaat tersebut? Berikut ini merupakan beberapa tips untuk bersepeda secara aman dan sehat :

  • Gunakan helm

Lebih dari 6000 pesepeda di Amerika Serikat mengalami trauma kepala/cedera kepala per tahunnya dan 75% kasus trauma kepala di Amerika Serikat terjadi karena kelalaian dalam bersepeda. Menggunakan helm untuk bersepeda dikatakan efektif sekitar 90% untuk mencegah cedera kepala.

  • Pastikan sepeda yang dipakai sesuai untuk kamu

Pastikan ukuran kerangka sepeda tepat untuk tubuh kamu. Pastikan kamu bisa menaiki sepeda dengan kaki menapak rata dengan tanah. Berikut ini merupakan ciri-ciri sepeda yang tepat untuk Sobat Sehat semua :

  1. Untuk sepeda biasa, harus ada jarak sekitar 1-2 inci (2,5-5 cm) antara pangkal paha dengan kerangka sepeda bagian atas. Selain itu untuk sepeda gunung, setidaknya ada jarak sekitar 2 inci (5 cm).

  2. Jarak antara tubuh dengan setang tidak boleh terlalu jauh, idealnya siku tertekuk sedikit

  • Pilih tempat duduk (saddle) yang nyaman

Gunakan saddle yang nyaman, yaitu saddle yang lebih lebar dan empuk pada bagian belakang sehingga dapat mengurangi tekanan dan friksi. Aturlah ketinggian saddle sehingga ketika pedal berada di titik terendah saat rotasi, posisi lutut sedikit menekuk.

  • Mulai perlahan

Kalau Sobat Sehat baru banget nih memulai olahraga bersepeda, mulailah secara perlahan. Tidak usah terburu – buru tetapi lakukanlah olahraga ini 30 menit per hari di jalanan yang rata selama tiga atau empat minggu pertama kemudian tingkatkan intensitasnya perlahan-lahan, baik dengan menanjak maupun menambah kecepatan bersepeda. Selain itu, bias juga bersepeda bersama-sama dengan teman atau keluarga sehingga dapat saling memotivasi satu sama lain.

  • Gunakan pakaian yang nyaman saat bersepeda

Gunakan pakaian khusus untuk bersepeda dan pilihlah yang nyaman sehingga mengurangi iritasi pada kulit. Pada kondisi gelap atau minim cahaya, sebaiknya gunakan pakaian berwarna terang.

  • Bersepeda pada pagi atau siang hari

Sebisa mungkin hindari bersepeda pada malam hari atau kondisi minim cahaya. Berdasarkan penelitian,dikatakan bahwa kematian akibat bersepeda terjadi antara jam 6 sore hingga jam 9 malam. Jika memang harus bersepeda pada malam hari atau kondisi minim cahaya, sebaiknya gunakan pakaian berwarna terang serta tempelkan reflective tape pada sepeda dan helm Anda.

  • Gunakan jalan sesuai aturan

Ketika bersepeda, gunakanlah jalan dengan benar dan patuhi rambu-rambu lalu lintas. Selalu berikan kode kepada pengendara lain ketika hendak berbelok. Jangan saling bersebelahan ketika bersepeda dengan pesepeda lainnya. Perhatikan jalan dengan baik agar terhindar dari potensi bahaya yang mungkin terjadi.


Jadi bisa kita simpulkan ya, jika bersepeda merupakan salah satu pilihan olahraga terbaik di saat pandemi karena sedikitnya kontak yang dilakukan dengan orang lain. Namun, Sobat Sehat juga harus tetap melaksanakan protokol pencehahan COVID-19. Berolahraga sudah baik dengan menerapkan physical distancing eh tetapi setelahnya malah kumpul-kumpul di cafe. Jangan seperti itu ya Sobat Sehat! Oh iya, dianjurkan melakukan olahraga ini secara konsisten, 2-3 kali seminggu dan tingkatkan intensitasnya untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi kesehatan.


Run your bike, stay safe, stay healthy!

Penulis:

dr. Destantry Jasmine


Editor:

dr. Ade Saputri


REFERENSI

1. https://www.berkeleywellness.com/fitness/exercise/slideshow/12-tips-better-cycling [diakses pada tanggal 16 Agustus 2020]

2. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/cycling-health-benefits?viewAsPdf=true [diakses pada tanggal 17 Agustus 2020]

3. Bopp, M & Piatowsky, D. 2018. Benefits and Risk of Bycycling. ResearchGate. pp 21-39.

24 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia