Benarkah itu: Bersepeda Menurunkan Kualitas Sperma?

Oleh Ade Saputri, S.Ked



Bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang cukup digemari utamanya oleh laki – laki. Saat ini, terdapat banyak komunitas bersepeda atau gowes di Indonesia. Namun, kegemaran terhadap olahraga ini sering dihubungkan dengan penurunan kualitas sperma dan tingkat kesuburan laki – laki.


Benarkah bersepeda dapat menurunkan kualitas sperma laki – laki?


Kesimpulan: Benar


Kesehatan reproduksi merupakan topik yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Salah satu isu yang selalu muncul di permukaan adalah mengenai kesuburan. Ternyata, kesuburan dipengaruhi oleh beberapa faktor, lho. Pada laki-laki, kualitas sperma adalah salah satunya. Kualitas cairan ejakulasi bergantung pada aspek biologis, lingkungan, dan gaya hidup. Kelainan produksi sperma yang terjadi akibat kelainan biologis biasanya bersifat permanen. Sementara itu, masalah produksi sperma yang terjadi akibat pengaruh faktor lingkungan dan gaya hidup dapat dihindari.


Mengenai gaya hidup, bersepeda merupakan salah satu olahraga yang dianggap dapat menimbulkan masalah bagi kesuburan laki – laki. Hal ini dipercaya sebagai akibat trauma mekanik yang didapatkan dari duduk pada sadel, peningkatan suhu buah zakar, penggunaan baju yang ketat, dan kelainan fungsi hormon. Beberapa penelitian mengamati hubungan aktivitas fisik dengan kualitas sperma. Disebutkan bahwa bersepeda dengan tujuan menyalurkan hobi dan dilakukan dengan intensitas ringan tidak mempengaruhi kualitas sperma. Penurunan kualitas sperma dapat terjadi jika bersepeda dilakukan dengan intensitas lebih dari lima jam per minggu.


Kenapa sih hal ini bisa terjadi? Ternyata, organ reproduksi laki-laki membutuhkan suhu dua derajat lebih rendah daripada suhu tubuh. Apabila terjadi peningkatan suhu organ reproduksi yang berkepanjangan, pembentukan sperma dapat terganggu. Bersepeda dengan intensitas berat dapat menimbulkan peningkatan suhu organ reproduksi sebagai akibat dari kontak dengan sadel. Selain itu, bersepeda juga menyebabkan trauma kecil (mikrotrauma) pada organ reproduksi. Trauma terus menerus pada prostat, akan menyebabkan peradangan dan meningkatkan senyawa spesifik prostat. Selain dapat menurunkan kualitas dan jumlah cairan ejakulasi, salah satu penelitian juga menyebutkan bahwa peningkatan senyawa ini akan meningkatkan risiko kanker prostat. Namun perlu diingat lagi bahwa faktor-faktor tersebut hanya dapat mempengaruhi kualitas sperma jika terjadi secara berkepanjangan, lho.


Nah, untuk Anda yang gemar bersepeda tapi was-was tentang kesuburan, beberapa tips ini dapat berguna. Saat bersepeda, dianjurkan memilih sadel sepeda yang lebar dan nyaman, menggunakan celana yang memiliki bantalan, mengubah posisi setiap sepuluh menit, serta menghindari jalan yang berbatu sehingga mengurangi goncangan langsung pada area kemaluan.


Jadi kesimpulannya, bersepeda memang benar dapat menurunkan kualitas sperma. Namun, hanya jika dilakukan secara berlebihan. Kegiatan bersepeda yang dilakukan dengan cara dan intensitas benar tidak terbukti mempengaruhi kualitas sperma. Jika pria tidak memiliki masalah kesuburan, bersepeda tetap dianjurkan sebagai hobi karena memiliki banyak manfaat lain. Namun, penurunan intensitas bersepeda direkomendasikan untuk pria yang telah didiagnosis gangguan kesuburan sebagai salah satu usaha mengembalikan kesuburannya.


"... bersepeda memang benar dapat menurunkan kualitas sperma. Namun, hanya jika dilakukan secara berlebihan."


Penulis: Ade Saputri, S.Ked.

adesaptr@gmail.com

Dokter Muda


Editor: dr. Rio Restu Priambodo

riorestup@gmail.com

Dokter Umum


Fotografer: Francisco Gilbert Timothy, S.Ked.

franciscogani@gmail.com

Dokter Muda



Referensi:

  1. Ausmees, K., Korrovits, P., Timberg, G., Erm, T., Punab, M. and Mändar, R., 2014. Semen quality in middle-aged males: associations with prostate-specific antigen and age-related prostate conditions. Human Fertility, 17(1), pp.60-66.

  2. Hwang, K. and Guo, D. (2019). Sports-related Male Infertility. European Urology Focus, 5(6), pp.1143-1145.

  3. Jóźków, P. and Rossato, M., 2017. The impact of intense exercise on semen quality. American journal of men's health, 11(3), pp.654-662. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5675222/

  4. Kipandula, W. and Lampiao, F., 2015. Semen profiles of young men involved as bicycle taxi cyclists in Mangochi District, Malawi: A case-control study. Malawi Medical Journal, 27(4), pp.151-153.

  5. Wise, L.A., Cramer, D.W., Hornstein, M.D., Ashby, R.K. and Missmer, S.A., 2011. Physical activity and semen quality among men attending an infertility clinic. Fertility and sterility, 95(3), pp.1025-1030.



58 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia