Antara Boba, Cheese Tea, dan Diabetes

Oleh dr. Frederica Vania Agustina




“Jangan banyak minum yang manis-manis, nanti kena diabetes lho!”, kalimat yang pasti sudah sering kita dengar, terutama akhir-akhir ini, di mana minuman ‘kekinian’ seperti boba, milk tea, cheese tea dan kopi susu sedang sangat marak. Minuman-minuman ini telah menjadi bagian dari gaya hidup kita karena tidak sedikit dari kita yang mengonsumsinya setiap hari.


Sebenarnya, seberapa banyak gula yang terdapat pada minuman-minuman tersebut? Apa pula diabetes itu? Pada artikel ini, kita akan membahas tentang konsumsi gula harian yang ideal, serta sedikit membahas tentang diabetes.


Seberapa banyak gula yang aman dikonsumsi dalam satu hari?


Gula yang kita konsumsi sehari-hari diperoleh dari sumber alami maupun tambahan. Gula yang bersifat alami ditemukan secara alami dalam makanan seperti buah dan susu. Sedangkan gula tambahan adalah gula dan sirup yang ditambahkan ke dalam makanan dalam proses pengolahannya.


Sumber gula tambahan yang sering ditemukan adalah minuman manis, permen, kue, biskuit, produk susu, dan roti-rotian. Banyak orang mengonsumsi gula berlebih tanpa mereka sadari. Padahal, gula tambahan tidak memiliki nutrisi apapun, namun menyumbang kalori dalam jumlah besar, sehingga dapat menyebabkan obesitas. Satu gram gula mengandung 4 kalori. Jadi, apabila suatu makanan mengandung 20 gram gula, maka terdapat 80 kalori hanya dari gula saja, belum lagi dari bahan baku lainnya.


Menurut rekomendasi American Heart Association, kadar gula tambahan maksimal yang dapat dikonsumsi dalam satu hari adalah:

  • Pria: 150 kalori (37,5 gram atau 9 sendok teh) gula per hari

  • Wanita: 100 kalori (25 gram atau 6 sendok teh) gula per hari

Tentu saja, gula tambahan yang boleh dikonsumsi ini tidak boleh melebihi jumlah kebutuhan kalori kita dalam satu hari. World Health Organization (WHO) pun merekomendasikan konsumsi gula kurang dari 5% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari. Apabila kebutuhan kalori seseorang dalam 1 hari adalah 2000 kalori, maka gula yang boleh dikonsumsi maksimal 25 gram.


Kadar gula dalam minuman favorit kita


Sayangnya, minuman yang sering kita konsumsi mengandung tinggi sekali gula. Berikut merupakan jumlah gula yang terkandung dalam beberapa minuman kesukaan kita:

  • Milk tea: 38 gram

  • Milk tea + boba: 38 gram

  • Cheese tea: 34 gram

  • Kopi susu manis: 28-40 gram gula (tergantung rasa, penambahan sirup, dll)

  • Jus buah kotakan: 67 gram

  • Soda: 62 gram

  • Minuman penambah energi: 62 gram

  • Es teh manis: 44 gram

  • Minuman isotonik (untuk olahraga): 28 gram

  • Konsumsi gula berlebih tidak serta merta membuat kita langsung terkena diabetes. Namun, konsumsi gula berlebih secara terus-menerus akan membuat kita obesitas karena kalori yang tinggi dan obesitas sendiri merupakan faktor risiko tinggi diabetes.


Apa itu diabetes?


Diabetes mellitus (DM) atau biasa disebut kencing manis merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah yang disebabkan oleh gangguan produksi insulin, dan/atau kerja insulin. Insulin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas. Fungsi insulin adalah mengatur kadar gula darah dengan cara memasukkan gula yang beredar di darah ke dalam sel-sel tubuh.


Siapa saja yang berisiko terkena diabetes?


Berikut merupakan faktor risiko untuk DM:

  • Berat badan berlebih / obesitas. Semakin banyak sel lemak yang terdapat dalam tubuh kita, sel-sel pun akan menjadi lebih resisten terhadap insulin

  • Sedikit aktivitas fisik. Aktivitas fisik membantu untuk mengendalikan berat badan dan membuat sel lebih sensitif terhadap insulin

  • Riwayat DM pada keluarga

  • Ras: ras kulit hitam, Hispanik, Indian, dan Asia memiliki risiko yang lebih tinggi

  • Usia. Risiko DM akan semakin tinggi seiring bertambahnya usia

  • Sindrom metabolik lainnya seperti hipertensi, hiperkolesterol, dan lain-lain.


Tanda dan Gejala


Kebanyakan pasien DM tidak memiliki gejala. Berikut merupakan gejala yang mungkin muncul:

  • Gejala klasik: sering berkemih, sering haus, banyak makan

  • Penurunan berat badan

  • Kesemutan pada tungkai

Apabila penyakit ini sudah berlangsung lama dan tidak diobati dengan baik, gejala yang timbul pun akan semakin berat, seperti luka yang sulit sembuh, dan komplikasi pada pembuluh darah di seluruh tubuh, seperti pada mata, otak, maupun jantung.


Bagaimana cara mencegahnya?


Berikut merupakan cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menurunkan risiko DM:

  1. Jaga berat badan ideal.

  2. Rutin berolahraga, minimal 3 kali seminggu, masing-masing minimal tiga puluh menit terutama olahraga seperti berlari, berenang atau bersepeda.

  3. Mengatur pola makan, khususnya perhatikan asupan gula.

  4. Berhenti merokok.

Apakah untuk mencegah diabetes saya harus benar-benar berhenti makan dan minum yang manis-manis? Jawabannya adalah tidak. Mengonsumsi makanan dan minuman manis sesekali tidak apa-apa, namun tentu saja harus kita batasi dan diimbangi dengan makan makanan sehat serta berolahraga rutin untuk mengendalikan faktor risiko diabetes.


Penulis:

dr. Frederica Vania Agustina

frederica.vania@gmail.com

Dokter Umum


Editor:

Ade Saputri, S.Ked.

adesaptr@gmail.com

Dokter Muda




Referensi:

  1. Min, Jae Eun, et al. 2017. Calories and Sugars in Boba Milk Tea: Implications for Obesity Risk in Asian Pacific Islanders https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5217910/

  2. American Heart Association: Added Sugars. 2018. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sugar/added-sugars

  3. Khardori, Romesh. 2019. Type 2 Diabetes Mellitus Treatment & Management. https://emedicine.medscape.com/article/117853-treatment

  4. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, 2015. PERKENI

134 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia