Benarkah itu: Corona di Dalam Semen Pria Dapat Menular?

Oleh: Asiah Hatta Umar, S.Ked



Berita:

Penelitian terbaru di salah satu rumah sakit di China menyatakan bahwa virus corona berpotensi menular melalui hubungan seksual. Hal tersebut didukung dengan ditemukannya SARS-CoV-2 di dalam semen pria yang positif COVID-19 dan dalam masa pemulihan dari COVID-19.



Kesimpulan: BELUM TERBUKTI



Hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan bahwa COVID-19 bisa menular melalui semen pria saat berhubungan seksual. Berita di atas masih belum terbukti kebenarannya ya, Sobat Sehat.


Sobat Sehat pasti sering banget mendengar berita mengenai COVID-19 ini. Sobat Sehat juga pasti sudah tahu, kalau penularan COVID-19 ini melalui droplet. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh WHO dan CDC, bahwa COVID-19 menular melalui respiratory droplets yang akan menginfeksi saat penderita berdekatan dengan orang yang sehat saat mereka berbicara, batuk, atau bersin tanpa menutup mulut.


Semen itu apa, sih? Apakah semen berbeda dengan sperma?

Semen dan sperma ini merupakan dua hal yang berbeda lho, Sobat Sehat. Semen atau air mani adalah cairan berwarna putih yang keluar saat ejakulasi. Sedangkan sperma adalah sel - sel yang fungsinya membuahi sel telur. Untuk menuju sel telur, sperma ini dibawa oleh semen.


Terus gimana dong? Apakah menular dengan berhubungan seksual?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penelitian tersebut tidak menjelaskan bahwa virus yang ditemukan pada semen pria berpotensi menular melalui hubungan seksual, Sobat Sehat. Penelitian tersebut sejauh ini hanya meneliti keberadaan SARS-CoV-2 yang ditemukan di semen pria. Peneliti juga mengatakan, karena sampel yang didapatkan terbatas, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.


Kemudian ada lagi nih, jurnal yang melakukan penelitian yang sama, tapi hasil penelitiannya berbeda. Pada penelitian ini tidak ditemukan SARS-CoV-2 dalam semen pasien COVID-19 (terkonfirmasi COVID-19 dalam 31 hari). Sama dengan penelitian sebelumnya, karena sampel yang didapatkan juga terbatas, mereka juga sepakat bahwa diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk mengetahui berapa lama virus tersebut bertahan, efek jangka panjang pada fungsi reproduksi pria, dan cara penularannya.


Walaupun dari penelitian terbaru belum terbukti adanya penularan COVID-19 melalui hubungan seksual, tetap dianjurkan menggunakan kondom untuk menghindari penularan penyakit seksual lainnya.

Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan cara berolahraga, mengonsumsi buah, sayur, serta daging. Tak lupa juga tetap jaga jarak, dan selalu mencuci tangan ya, Sobat Sehat!



Penulis:

Asiah Hatta Umar, S.Ked

ais.hattaumar@gmail.com

Dokter Muda

Editor:

dr. Rio Restu Priambodo

riorestup@gmail.com

Dokter umum

Fotografer:

dr. Francisco Gilbert Timothy

franciscogani@gmail.com

Dokter Umum

Sumber: gettyimages.com


Referensi:

  1. Li, Diangeng., et al. 2020. Clinical Characteristics and Results of Semen Test Among Men With Coronavirus Disease 2019. Diakses 18 Mei 2020 https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2765654

  2. Pan, Feng., et al. 2020. No Evidence of SARS-CoV-2 in Semen Of Males Recovering From COVID-19. Diakses 18 Mei 2020

16 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia