Benarkah itu: Darah Haid untuk Masker Wajah?

Oleh Anugerahaning Salsabila, S. Ked



Seorang artis perempuan asal Kanada, baru-baru ini membagi aktivitas yang rutin dilakukannya, yakni menggunakan darah menstruasinya sebagai masker wajah, dan mengklaim bahwa hal tersebut membuat wajahnya tampak semakin cerah bersinar dan mengatasi kemunculan jerawat karena adanya kandungan sel punca (stem cell) dalam darah tersebut.


Marak juga sebuah kicauan di media sosial Twitter, yang menceritakan rutinitasnya menggunakan darah menstruasi sebagai masker wajah agar wajah mulus dan bebas jerawat atas titah ibundanya.


Benarkah darah menstruasi memiliki manfaat untuk kesehatan kulit?


Kesimpulan:Tidak terbukti


Menggunakan darah menstruasi sebagai masker wajah tidak direkomendasikan karena belum ada bukti medis yang mendukung.


Darah menstruasi merupakan suatu cairan biologis yang terdiri dari darah, sekresi vagina, pembuluh darah dan sel-sel dari lapisan dinding rahim yang sebelumnya menebal (endometrium) saat sebelum terjadi peristiwa haid. Peristiwa menstruasi sebenarnya adalah terjadinya peluruhan dari endometrium atau lapisan dinding rahim yang menebal tersebut. Penebalan dinding rahim terjadi selama satu bulan lamanya, sebagai upaya biologis untuk mempersiapkan kehamilan, namun apabila pembuahan sel telur tidak terjadi, maka dinding rahim tersebut akan meluruh, dan tampak seperti perdarahan dari jalan lahir yang kita kenal sebagai menstruasi.


Memang benar bahwa ada sel punca yang didapat dari darah menstruasi, dan sedang dilakukan penelitian sebatas pada model hewan uji tentang kemampuannya dalam memperbaiki proses penyembuhan luka pada kulit. Namun, belum ada bukti medis yang cukup kuat untuk mendukung penggunaan masker wajah dari darah menstruasi. Kecerahan wajah sebagian besar ditentukan oleh minimalnya penumpukan lapisan luar kulit yang sudah mati sehingga pembaharuan lapisan sel kulit terjadi terus menerus. Penumpukan lapisan luar kulit yang sudah mati bisa diminimalkan dengan eksfoliasi. Sedangkan, untuk mengatasi jerawat diperlukan zat yang berfungsi sebagai anti-radang dan anti-bakteri. Belum ada bukti ilmiah yang mengatakan darah menstruasi memiliki kemampuan eksfoliasi maupun kemampuan anti-radang dan anti-bakteri pada kulit.



Penulis: Anugerahaning Salsabila, S. Ked

anugerahanings@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito


Editor: Marsa Harisa Daniswara, S.Ked

marsa.harisa@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito




Referensi:

  1. Chen, L., Qu, J., & Xiang, C. (2019). The multi-functional roles of menstrual blood-derived stem cells in regenerative medicine. Stem cell research & therapy10(1), 1.

  2. Cunningham, F., Leveno, K., Bloom, S., Spong, C. Y., & Dashe, J. (2014). Williams obstetrics, 24e. Mcgraw-hill.



195 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia