Dexamethasone, Obat Murah Ampuh Basmi COVID-19?

Diperbarui: Jun 24

Oleh Melissa Stephanie Kartjito



KESIMPULAN: BENAR, tapi dengan kondisi keadaan tertentu



Dexamethasone sebagai obat COVID-19? Cek faktanya!


	Dexamethasone dapat mengurangi angka kematian pasien COVID-19 yang kritis atau mengalami komplikasi pernafasan parah, namun tidak terbukti bermanfaat pada pasien dengan gejala ringan. Untuk pasien dengan ventilator, obat ini bisa mengurangi kematian sebanyak sepertiga (sekitar 35%) atau mencegah satu kematian dari 8 pasien. Untuk pasien yang membutuhkan bantuan oksigen, obat ini dapat mengurangi kematian sebanyak seperlima (20%) atau mencegah satu kematian dari 25 pasien.

Hasil ini didapatkan dari penelitian RECOVERY (Randomised Evaluation of COVID-19 Therapy) yang mengikutsertakan ribuan orang dari >175 rumah sakit nasional di Oxford, Inggris: sebanyak 2014 pasien diberikan dexa dan 4321 yang lain diberikan terapi standar. Publikasi ilmiah dari penelitian ini belum diumumkan hingga tulisan ini dibuat.


Sebenarnya, seberapa penting penemuan ini? ‘Kan hanya menyelamatkan 1 dari 8 orang, apakah bisa dibilang terobosan? Jawabannya, ya! Sebab angka itu sudah signifikan untuk standar klinik. Sebagai perbandingan, statin (obat penurun kolesterol) menyelamatkan satu dari 104 orang tanpa riwayat penyakit jantung dari risiko penyakit jantung di kemudian hari.


Efek Samping Dexamethasone


World Health Organization (WHO) menyambut baik temuan baru ini, tetapi pemakaiannya tidak bisa sembarangan sebab obat ini termasuk obat keras yang memiliki banyak efek negatif. Efek samping yang paling umum (dialami lebih dari 30% pengguna) adalah kesulitan tidur (insomnia), kenaikan kadar gula darah, rasa terbakar pada jantung (heartburn), rasa lemah di otot (muscle weakness), dan penyembuhan luka menjadi lama. Efek samping lain (dialami >10% pengguna) adalah sakit kepala, pusing, dan mood swing. Pada jangka panjang, bisa menyebabkan katarak dan penipisan tulang.


Selain itu, ada interaksi antara obat ini dengan makanan, antara lain:


  1. Untuk pasien dengan tekanan darah tinggi, dexamethasone dapat menyebabkan penumpukan cairan sehingga menyebabkan kenaikan tekanan darah. Maka orang yang mengkonsumsi obat ini disarankan mengurangi asupan natrium dan menambah asupan (suplementasi) kalium.

  2. Untuk pasien dengan hiperlipidemia (peningkatan lemak di darah), dexamethasone dapat meningkatkan trigliserida dan kolesterol LDL, sehingga pasien yang mengkonsumsi obat ini dalam jangka waktu lama harus diawasi.


Sudah adakah obat mujarab COVID-19 sekarang?


Belum! Mengapa demikian? Karena COVID-19 adalah penyakit baru sehingga membutuhkan protokol pengobatan yang juga baru. Kemudian, untuk menemukan obat yang sesuai dibutuhkan proses yang lama. Para ahli terus berusaha mengembangkan obat COVID-19 dalam waktu sesingkat mungkin namun tetap harus melalui berbagai tahap sampai dinyatakan aman dan efektif.


Jadi, bagaimana menyikapi temuan obat COVID-19?


Sejauh ini, obat ini hanya terbukti bermanfaat bagi pasien COVID-19 dengan gejala klinis parah, namun tidak pada pasien yang bergejala lebih ringan. Obat ini juga belum disebutkan bisa mencegah COVID-19. Jadi tidak perlu memborong obat ini di apotek ya! Meskipun obat ini tersedia di apotek dengan harga murah, dexamethasone hanya boleh diminum dengan resep dokter.


Oleh karena itu, jangan minum obat sembarangan ya!

Penulis:

Melissa Stephanie Kartjito

melissa.s.kartjito@gmail.com

Mahasiswa Gizi Kesehatan



Editor:

dr. Rio Restu Priambodo

riorestup@gmail.com

Dokter umum



Fotografer:

dr. Francisco Gilbert Timothy

franciscogani@gmail.com

Dokter Umum

Sumber: graphicmama.com


Referensi:


  • ACA News. (2016). NNT for Statins vs. the Mediterranean Diet. Retrieved from https://www.acatoday.org/News-Publications/ACA-News-Archive/ArtMID/5721/ArticleID/106/NNT-for-Statins-vs-the-Mediterranean-Diet

  • Cleveland Cancer. (2020). Dexamethasone - Drug Information - Chemocare. Chemocare.com. Retrieved 20 June 2020, from http://chemocare.com/chemotherapy/drug-info/dexamethasone.aspx.

  • Decadron, Dexamethasone Intensol (dexamethasone) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more. Reference.medscape.com. (2020). Retrieved 20 June 2020, from https://reference.medscape.com/drug/decadron-dexamethasone-intensol-dexamethasone-342741#4.

  • Drugs.com. (2019). Dexamethasone Side Effects: Common, Severe, Long Term. Drugs.com. Retrieved 20 June 2020, from https://www.drugs.com/sfx/dexamethasone-side-effects.html.

  • National Institute for Health Research of United Kingdom. (2020). First drug to reduce mortality in hospitalised patients with respiratory complications of COVID-19 found. Retrieved from https://www.nihr.ac.uk/news/first-drug-to-reduce-mortality-in-hospitalised-patients-with-respiratory-complications-of-covid-19-found/25061

  • Oxford University. (2020). Low-cost dexamethasone reduces death by up to one third in hospitalised patients with severe respiratory complications of COVID-19. Retrieved from https://www.recoverytrial.net/files/recovery_dexamethasone_statement_160620_v2final.pdf

  • World Health Organization. (2020). WHO welcomes preliminary results about dexamethasone use in treating critically ill COVID-19 patients. Retrieved from https://www.who.int/news-room/detail/16-06-2020-who-welcomes-preliminary-results-about-dexamethasone-use-in-treating-critically-ill-covid-19-patients



38 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia