Benarkah itu: Berenang Bikin Hamil?

Oleh Ade Saputri, S.Ked.



Beberapa hari yang lalu, viral berita mengenai pernyataan dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty. Sitti Hikmawatty meminta perempuan harus berhati-hati saat di kolam renang.


Kehamilan tak langsung itu bisa terjadi tanpa penetrasi apabila sperma yang kuat berhasil masuk ke sel telur perempuan lewat mediasi kolam renang.”


Spontan pernyataan ini menjadi viral di media sosial, dan banyak orang yang mulai mempercayainya. Namun, apakah “kehamilan tak langsung” itu memang bisa terjadi?



Kesimpulan: SALAH



Benarkah berenang bisa bikin hamil? Mungkin kebanyakan netizen sudah bisa menyimpulkan bahwa berita yang viral tersebut tidak mungkin terjadi, tetapi untuk lebih jelasnya yuk kita kupas prosesnya sedikit lebih dalam lagi.


Sebelumnya, seperti yang pernah kita pelajari di mata pelajaran biologi, proses kehamilan atau pembuahan akan terjadi ketika sperma bertemu dengan sel telur. Proses ini akan terjadi di dalam saluran reproduksi wanita yang sudah disettingsedemikian rupa untuk membantu si sperma menyelesaikan misi utamanya, yaitu membuahi sel telur. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya si sperma dapat menyelesaikan “tujuan hidupnya.” Sperma harus dikeluarkan sedekat mungkin dengan sel telur untuk meningkatkan kemungkinan terjadi pembuahan. Selain itu, sperma juga harus memiliki kualitas yang baik. Kualitas tersebut dinilai berdasarkan parameter, seperti jumlah, pergerakan, bentuk, volume, warna, tingkat keasaman, dan ada tidaknya kerusakan DNA.


Sperma, setelah dikeluarkan, sebenarnya tidak dapat bertahan lama di lingkungan luar tubuh. Dengan kata lain, kualitas sperma sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Normalnya, sperma dapat melakukan pembuahan dalam 48 jam dan bertahan sampai 5 hari jika dikeluarkan di dalam organ reproduksi wanita. Pada permukaan yang kering seperti kain, baju, atau selimut, sperma akan mati saat cairan ejakulat mengering. Sperma juga akan mati dalam media air akibat perbedaan tekanan antara sperma dengan air di sekitarnya. Keadaan ini dinamankan syok osmotik. Sabun dan detergen juga bisa membunuh sperma dengan cepat karena zat – zat tersebut akan menghancurkan lapisan sel sperma. Pada air murni hangat, sperma bisa bertahan beberapa saat. Akan tetapi, suhu air yang panas seperti pada hot tub akan mematikan sperma dalam hitungan detik. Begitu pula, apabila sperma dikeluarkan di kolam renang, tingkat keasaman dan kandungan bahan kimia (seperti klorin) pada air kolam akan mempercepat kematian sperma. Sperma dalam air kolam pun tidak akan bisa bergerak menuju organ reproduksi wanitasebelum mati, apalagi jika lokasinya jauh.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa proses “kehamilan tak langsung” yang disebutkan pada berita adalah SALAH. Jika tidak ada kontak langsung yang membuat sperma masuk ke saluran reproduksi wanita maka kehamilan tidak mungkin terjadi. Sperma harus berada sangat dekat dengan organ reproduksi wanita kecuali jika memang dilakukan beberapa manipulasi untuk membantu si sperma masuk. Selain itu, perlu diperhitungkan juga bahwa kondisi dan kandungan air kolam memang tidak cocok bagi sperma dan dapat membunuh sperma dalam beberapa detik saja.




Penulis: Ade Saputri, S.Ked.

adesaptr@gmail.com

Dokter Muda


Editor: Marsa Harisa Daniswara, S.Ked.

marsa.harisa@gmail.com

Dokter Muda


Desainer Grafis: Francisco Gilbert Timothy, S.Ked.

franciscogani@gmail.com

Dokter Muda




Referensi:

  1. American Pregnancy Association (2012). Can I Get Pregnant, if I... [online] American Pregnancy Association. Available at: https://americanpregnancy.org/preventing-pregnancy/pregnancy-myths/ [Accessed 23 Feb. 2020].

  2. Brown, V.J. (2007). Sperm Quality and Tap Water: Disinfection By-Product Effects Not Supported. Environmental Health Perspectives, [online] 115(8), p.A416. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1940081/ [Accessed 23 Feb. 2020].

  3. Appell, R.A., Evans, P.R. and Blandy, J.P. (1977). The Effect of Temperature on the Motility and Viability of Sperm. British Journal of Urology, 49(7), pp.751–756.

  4. Marcin, A. (2017). How Long Does Sperm Live Outside the Body? [online] Healthline. Available at: https://www.healthline.com/health/how-long-can-sperm-live-outside-the-body [Accessed 23 Feb. 2020].

  5. WebMD (2010). Sperm FAQ. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/sperm-and-semen-faq#1. [Accessed 23 Feb. 2020].



58 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia