Benarkah itu: Tidak Boleh Scrubbing Wajah Tiap Hari?

Oleh Anugerahaning Salsabila, S.Ked





"Eksfoliasi wajah dengan scrub sebaiknya tidak dilakukan setiap hari karena dapat merusak kulit wajah."

Benarkah scrubbing wajah sebaiknya tidak dilakukan setiap hari?



Kesimpulan: Benar



Munculnya tren perawatan wajah harian yang memiliki banyak tahap-tahap dalam beberapa waktu terakhir membuat orang tak asing dengan istilah ‘eksfoliasi’, suatu tahapan yang populer dimasukkan dalam kampanye rangkaian perawatan wajah.


Kegiatan eksfoliasi wajah salah satunya dapat menggunakan agen bernama scrub, yakni butiran-butiran granul kasar yang diformulasikan sedemikian rupa sehingga bisa mengikis sel-sel kulit mati yang menumpuk berlebihan pada permukaan kulit. Hilangnya penumpukan sel-sel kulit mati inilah yang membuat kulit tampak lebih cerah.


Namun, apabila eksfoliasi dengan scrubbing dilakukan setiap hari secara berlebihan, beberapa efek samping dapat muncul. Sifatnya yang abrasif menyebabkan iritasi, kemerahan, sensasi pedih. Sel-sel kulit mati yang terkikis oleh scrubbing, sebenarnya juga mempunyai fungsi menjaga kelembaban kulit. Apabila sel kulit mati ini terlalu banyak atau terlalu sering hilang, kulit akan menjadi kering dan tidak kenyal. Selain itu, juga malah dapat berefek meningkatkan produksi sel kulit mati yang lebih banyak lagi lho, sebagai mekanisme proteksi kulit terhadap sel-sel hidup di bawahnya, dan malah menimbulkan kesan wajah lebih kusam.


Lalu, seberapa sering sebaiknya eksfoliasi dengan scrubbing dilakukan? Belum ada kesepatakan ilmiah yang membahas tentang hal tersebut lho ternyata, tetapi banyak pendapat ahli yang tidak menganjurkan melakukan scrubbing setiap hari dan menyarankan scrubbing dilakukan satu hingga dua minggu sekali.


Untuk mencegah kerusakan kulit akibat eksfoliasi berlebih, American Academy of Dermatology merekomendasikan beberapa tips di bawah ini :

  1. Gunakan metode eksfoliasi yang sesuai dengan tipe kulit. Untuk tipe kulit kering, sensitif, atau rentan berjerawat sebaiknya hindari scrubbing, karena cenderung dapat mengiritasi. Metode scrub juga tidak direkomendasikan untuk orang dengan kulit gelap, kulit yang digigit serangga, ataupun yang timbul bintik hitam setelah terbakar sinar matahari. Namun untuk jenis kulit berminyak, sah-sah saja untuk memakai scrub.

  2. Berlaku lembut pada kulitmu. Aplikasikan scrub pada wajah dengan gerakan sirkular kecil, selama kurang lebih 30 detik, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Jangan lakukan eksfoliasi apabila kulit sedang luka atau terbakar.

  3. Gunakan pelembab setelahnya. Aplikasikan pelembab segera setelah eksfoliasi untuk menjaga hidrasi kulit.



Penulis: Anugerahaning Salsabila, S.Ked.

anugerahanings@gmail.com

Dokter Muda


Editor: dr. Rio Restu Priambodo

riorestup@gmail.com

Dokter Umum


Fotografer: Francisco Gilbert Timothy, S.Ked.

franciscogani@gmail.com

Dokter Muda




Referensi:

  1. American Academy of Dermatology. 2019. How to Safely Exfoliate at Home. Diakses 14 Desember 2019. https://www.aad.org/skin-care-secrets/safely-exfoliate-at-home

  2. Del Rosso, J. Q., & Levin, J. (2011). The clinical relevance of maintaining the functional integrity of the stratum corneum in both healthy and disease-affected skin. The Journal of clinical and aesthetic dermatology4(9), 22–42.

  3. Times Indonesia. 2019. Bahaya Melakukan Eksfoliasi Setiap Hari untuk Kulit Wajah. Diakses 14 Desember 2019. https://www.timesindonesia.co.id/read/news/235412/bahaya-melakukan-eksfoliasi-setiap-hari-untuk-kulit-wajah





88 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia