Ereksi Ketika Tidur?: Inilah Hal Unik Yang Terjadi Ketika Tidur

Diperbarui: 7 Mar 2019

Riyo Pungki Irawan, S.Ked.




Pernahkah Anda mengalami ereksi ketika tidur padahal mimpi Anda tidak berbau seksual sama sekali? Jika pernah, hal itu merupakan hal yang wajar dan ternyata termasuk dalam kejadian normal yang Anda alami ketika tidur. Selain ereksi, apa saja hal yang tidak Anda sadari ketika tidur? Simak penjelasan berikut ini.


Tidur malam normal biasanya konsisten dari hari ke hari. Siklus tidur manusia normalnya memiliki 2 fase yaitu fase Non-Rapid Eye Movement (NREM) dan fase Rapid Eye Movement (REM). Setelah jatuh tidur, tidur biasanya berlanjut ke fase NREM selama 45-60 menit. Episode pertama fase REM biasanya muncul pada jam kedua tidur. Fase NREM dan REM terus bergantian sepanjang tidur.


Apa yang terjadi pada fase-fase tersebut?


  • Fase NREM stadium 1: Merupakan fase transisi antara bangun dan tidur, biasanya berlangsung 1-7 menit. Seseorang akan merasa relaks dengan mata tertutup. Orang yang terbangun pada fase ini sering mengatakan bahwa dia tidak tertidur. Pernahkah Anda mengalaminya?

  • Fase NREM stadium 2: Disebut juga tidur ringan. Pada fase ini, orang akan lebih sulit dibangunkan. Sudah bisa bermimpi walaupun hanya berupa fragmen-fragmen dan kalau Anda buka kelopak matanya, matanya dapat Anda lihat berguling dari sisi ke sisi.

  • Fase NREM stadium 3: Pada fase ini, suhu tubuh dan tekanan darah seseorang menurun dan sulit untuk dibangunkan. Fase ini terjadi sekitar 20 menit setelah mulai tertidur.

  • Fase NREM stadium 4: Fase ini disebut juga tidur dalam. Metabolisme otak menurun drastis, suhu badan menurun namun sebagian besar refleks otot tetap utuh. Jika Anda pernah berjalan-jalan selama tidur tanpa disadari, pada fase inilah Anda melakukannya.

Apa yang terjadi pada fase REM?


Pada siklus tidur normal 6-8 jam, setidaknya ada 3-5 fase REM dengan kemunculan pertama pada jam kedua setelah jatuh tidur. Fase REM, sesuai dengan namanya, memang ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat. Fase REM pertama berlangsung 10-20 menit lalu diikuti fase NREM dan terus bergantian dengan durasi fase REM semakin memanjang hingga 50 menit.


Selain gerakan mata yang cepat, sebagian besar mimpi (>80%) terjadi pada fase ini dan semakin jelas dengan semakin bertambahnya durasi fase REM. Pernahkah Anda mimpi berbeda dalam satu malam? Atau melanjutkan mimpi yang ada? Semua berkat fase REM yang Anda alami. Ketika Anda terbangun saat fase REM, kemampuan Anda untuk mengingat mimpi sangatlah tinggi sehingga ingatan akan mimpi itu terlihat sangat jelas.


Selain mimpi, pada fase REM terjadi penurunan fungsi syaraf otot kecuali otot bola mata dan pernapasan sehingga melumpuhkan otot lain karena peningkatan aktivitas syaraf parasimpatis Anda. Nah, ketika Anda terbangun pada fase ini juga, Anda mungkin tidak dapat bergerak dan tidak bisa bicara untuk beberapa saat, hal ini diakibatkan dari fase REM ini. Hal terakhir yang unik adalah pada fase ini, seorang pria dapat mengalami ereksi walaupun mimpi yang dialami bukan konten seksual. Mengapa demikian? Fungsi ereksi dilakukan oleh syaraf parasimpatis dan terjadi peningkatan aktivitas syaraf tersebut ketika fase ini.


Semakin tua seseorang, persentase fase REM menurun. Pada bayi, 50% tidurnya adalah fase REM sedangkan pada dewasa hanya 25%. Fase REM pada bayi dikatakan penting untuk maturasi atau perkembangan otak. Aktivitas sel syaraf sangat tinggi selama fase REM, oksigen dan aliran darah ke otak lebih tinggi daripada aktivitas fisik berat saat terbangun. Wow, menarik ya.


Hal-hal di atas adalah kejadian normal yang terjadi ketika Anda tidur namun mungkin tidak Anda sadari. Masih banyak misteri tentang tidur yang sampai sekarang belum terjawab, semoga dengan beriringnya waktu, pertanyaan sederhana ”Mengapa kita bermimpi saat tidur?”dapat terjawab dengan jawaban pasti.



Penulis: Riyo Pungki Irawan, S.Ked.

riyopungkiirawan@gmail.com

Dokter Muda RSUP dr.Sardjito


Ilustrator: Tegar Ardhi Wardana, S.Ked.

tegar.ardhiwardana@gmail.com

Dokter Muda RSUP dr.Sardjito



Referensi:

Tortora,G.,Derrickson,B.2009.Principles of Anatomy and Physiology.New Jersey:John Wiley & Sons,Inc.

Longo, Dan L et al.2012.Harrison’s Principles of Internal Medicine 18th edition.United States:McGraw Hill.

73 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia