Benarkah itu: Jenazah Menularkan COVID-19?

Oleh: dr. Ade Saputri



Berita:


Peningkatan kasus positif virus corona atau COVID-19 diikuti pula dengan peningkatan jumlah pasien meninggal akibat paparan virus tersebut. Namun, ditengah kondisi ini justru terdapat banyak penolakan warga terhadap pemakaman jenazah penderita. Banyak aksi warga menolak pemakaman di berbagai daerah dari mulai pemboikotan sampai tidak jarang berakhir dengan anarki. Penolakan tersebut dikabarkan terjadi karena warga sekitar takut tertular virus corona sehingga warga merasa tidak aman dengan adanya pemakaman di lingkungannya.

Kesimpulan: BELUM ADA BUKTI


Sejauh ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa jenazah pasien COVID-19 bisa menularkan virus jika sudah dikubur loh. Namun, perlu diketahui juga bahwa virus corona memang masih bisa hidup selama beberapa saat di dalam cairan tubuh, darah dan permukaan tubuh jenazah pasien COVID-19. Mungkin seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, bahwa secara umum virus corona dapat bertahan hidup selama beberapa jam sampai hari pada permukaan benda, termasuk permukaan tubuh jenazah. Oleh karena itu, alat pelindung diri dibutuhkan bagi orang yang menangani jenazah.


Sebagai usaha pencegahan penularan infeksi melalui jenazah, World Health Organization (WHO) dan pemerintah juga sudah mengeluarkan protokol pemakaman yang harus dilakukan.


Bagaimana protokol pemakaman jenazah pasien COVID-19?

Protokol pemakaman jenazah pasien COVID-19 telah diatur oleh Kementrian Kesehatan di Indonesia sesuai dengan protokol yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bagi petugas yang akan menangani jenazah wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jenazah yang dicurigai atau terbukti meninggal karena infeksi virus corona akan dilakukan desinfeksi dan semua proses pemulasaran jenazah sampai pemakaman dilakukan oleh petugas dengan APD lengkap. Bagi keluarga yang ingin melihat akan diizinkan tetapi tetap mematuhi protokol dan melakukan cuci tangan setelahnya. Keluarga tidak boleh menyentuh ataupun mencium jenazah dan hanya boleh melihat dengan jarak 1-2 meter karena risiko penularan masih ada apabila melakukan kontak langsung dengan jenazah ataupun cairan tubuh dan juga barang yang terkontaminasi.


Selain itu, diatur pula untuk lokasi pemakamannya. Lokasi pemakaman minimal berjarak 500 meter dari pemukiman warga dan 30 meter dari lokasi sumber air tanah yang digunakan untuk minum sehingga sumber air tidak terkontaminasi. Jenazah juga harus dikubur dalam kedalaman minimal 1,5 meter dan permukaan ditutup dengan tanah setinggi 1 meter. Apabila jenazah sudah dikubur dengan protokol yang baik maka tidak akan ada risiko penularan. Justru semakin lama jenazah tidak dikubur malah dapat meningkatkan risiko infeksi. Semua penyakit infeksius yang pernah ada di dunia ini seperti PES, ebola, TBC, HIV, kolera tidak bisa bertahan hidup lama pada tubuh manusia yang sudah meninggal. Sehingga bisa diperkirakan bahwa virus corona ini juga memiliki karakteristik serupa.


Apakah jenazah pasien COVID-10 perlu ditolak?

Sobat sehat pasti sudah tidak asing dengan berita tentang penolakan jenazah pasien COVID-19. Hampir semua media massa telah memberitakan penolakan yang terjadi terhadap pemakaman jenazah ini. Ketakutan akan infeksi virus dan penyebaran informasi yang tidak benar ternyata menjadi akar dari permasalah ini.


Nggak perlu khawatir sampai ditolak-tolak ya, sobat sehat. Justru lebih berisiko kalau tidak dikubur dan juga akan sangat menyedihkan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Pandemi ini telah memberikan masa sulit, sebaiknya kita saling membantu bukannya malah mempersulit hidup orang lain. Namun, selama proses pemakaman, pastikan tetap menerapkan prinsip physical distancing. Pastikan tetap menjaga jarak setidaknya 2 meter dengan orang lain. Lebih baik lagi jika bantu dengan doa dari rumah sendiri.


Di mana bisa mendapatkan informasi yang benar mengenai COVID-19?

Informasi mengenai COVID-19 memang belum memiliki sumber penelitian yang jelas, mengingat infeksi virus yang tergolong baru. Namun, penelitian – penelitian masih terus dilakukan untuk mencari solusi dari pandemi ini. Jika sobat sehat mendapatkan informasi seputar COVID-19 baik dari grup WhatsApp, Instagram, Web, atau lainnya, jangan langsung panik ya! Kita harus bisa mengkritisi setiap kebenaran berita tersebut. Hal ini bisa kita lakukan dengan melihat dan menilai kredibilitas sumber berita. Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan platform informasi seputar COVID-19 yang bisa sobat sehat akses dengan mudah di covid19.go.id. Situs ini merupakan media resmi pengumuman layanan publik tentang virus corona dari pemerintah dari mulai gejala, pencegahan, dan juga penampikan berita hoax.


Mari kita menjaga kesehatan, kritis terhadap berita dan juga tetap meng-update pengetahuan kita tentang virus ini. Stay at home guys and always use a mask! Semoga pandemi ini bisa segera berakhir!

Penulis:

dr. Ade Saputri

adesaptr@gmail.com

Dokter Umum

Editor:

dr. Marsa Harisa Daniswara

marsa.harisa@gmail.com

Dokter Umum

Fotografer:

Mia Anisaúl Yuhdiah

miaanisaul19@gmail.com

Mahasiswi Ilmu Keperawatan


Referensi:

  1. Covid19.go.id. 2020. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) – Covid19.Go.Id. [online] Available at: <https://www.covid19.go.id/download/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-coronavirus-disease-covid-19/> [Accessed 26 April 2020].

  2. FINEGAN, O., FONSECA, S., Pierre, G.H., MENDEZ, M.D.M., GONZALEZ, J.R., TIDBALL-BINZ, M., WINTER, K.A. and on the Management, I.A.G., 2020. International Committee of the Red Cross (ICRC): General Guidance for the Management of the Dead Related to COVID-19. Forensic Science International: Synergy.

  3. Who.int. 2020. Infection Prevention And Control For The Safe Management Of A Dead Body In The Context Of COVID-19. [online] Available at: <https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331538/WHO-COVID-19-lPC_DBMgmt-2020.1-eng.pdf> [Accessed 27 April 2020].

  4. World Health Organization. 2020. Management Of Dead Bodies: Frequently Asked Questions. [online] Available at: <https://www.who.int/hac/techguidance/management-of-dead-bodies-qanda/en/> [Accessed 27 April 2020].

  5. Who.int. 2020. WHO | Risks Posed By Dead Bodies After Disasters. [online] Available at: <https://www.who.int/diseasecontrol_emergencies/guidelines/risks/en/> [Accessed 27 April 2020].

32 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia