Mengenal Sunscreen dan Penggunaannya Yang Tepat Saat Berjemur

Oleh dr. Dhia Clarissa Putri



Berjemur menjadi aktivitas yang sering dilakukan pada masa Work From Home beberapa bulan belakangan ini. Pandemi COVID-19 yang jumlah kasusnya semakin bertambah memaksa masyarakat untuk tinggal di rumah dan mengerjakan segala aktivitas dari dalam ruangan. Paparan sinar matahari pun menjadi sangat kurang, padahal radiasi UV-B yang terkandung dalam sinar matahari sangat baik untuk membantu tubuh mengaktifkan vitamin D secara alami. Oleh karena itu, banyak orang mulai membiasakan berjemur untuk mendapatkan manfaat dari sinar UV-B ini.


Rekomendasi terkait waktu berjemur yang efektif, durasi yang diperlukan, bahaya paparan UV terlalu lama, dan apa saja yang perlu diperhatikan saat berjemur sudah dibahas sebelumnya dalam artikel Berjemur dengan tepat dan aman: Kapan? Berapa lama? Perlukah sunblock atau sunscreen?”


Hal yang masih sering menjadi tanda tanya adalah masalah penggunaan sunscreen atau tabir surya. Sunscreen ini menjadi salah satu jenis fotoproteksi yang diperlukan saat berjemur. Mengapa fotoproteksi ini diperlukan? Fotoproteksi berfungsi untuk mengurangi paparan radiasi UV terhadap kulit karena paparan UV yang terlalu banyak dapat menyebabkan penuaan dini (photo-aging), kerusakan kulit, dan kanker (photo-carcinogenesis). Sebenarnya tidak hanya sunblock/sunscreen, pakaian UV protektif, topi, atau kacamata hitam juga dapat digunakan untuk fotoproteksi. Namun, FDA merekomendasikan sunscreen sebagai proteksi yang efektif terhadap radiasi UV.


Apa bedanya sunblock dan sunscreen? Kapan dipakainya?

Sunblock dan sunscreen ini fungsinya sangat berbeda, Sobat Sehat. Sunblock berfungsi melindungi kulit dari semua jenis sinar UV, sedangkan sunscreen dapat menyerap sinar UV sebelum mencapai dan merusak lapisan kulit.


Penggunaan sunblock dan sunscreen ini juga tergantung dari jenis kulit kita. Pada orang dengan kulit sensitif dan pada anak-anak, sunblock dengan bahan dasar zinc oxide dan titanium oxide lebih dapat ditoleransi dibandingkan sunscreen. Sedangkan, sunscreen dapat digunakan pada orang dengan kulit normal dan tanpa alergi terhadap bahan pewangi, pengawet, dan oxybenzone atau PABA yang menjadi zat tambahan yang biasa ditemukan pada sunscreen.


Dokter merekomendasikan penggunaan sunscreen yang broad-spectrum (dapat melindungi dari sinar UV-A dan UV-B) atau jenis sunscreen dengan UV-A Protection Factor (PF), sehingga paparan UV-B terhadap kulit lebih optimal. Sunscreen juga harus tahan air (water-resistant), dan memiliki SPF minimal 30.

SPF yang sering ada di produk sunscreen ini maksudnya apa?

SPF (Sun Protection Factor) adalah angka yang menunjukkan berapa lama kulit akan memerah/terbakar saat terpapar sinar matahari dibandingkan tanpa proteksi. SPF 30 membutuhkan 30 kali waktu lebih lama bagi kulit untuk memerah akibat sinar matahari dibandingkan paparan langsung tanpa proteksi. Begitu pula dengan SPF 50 yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari 50 kali lebih besar.


Produk dengan SPF 30 dapat memblok paparan UV-B ke kulit sebesar 97%, sedangkan SPF 50 hingga 98%. Sehingga, perbedaan dari produk dengan SPF 30 dan 50 hanya berbeda sebesar kurang lebih 1%.

Pemakaian sunscreen secara tepat adalah koentji. Bagaimana caranya?

Oleskan secara merata di bagian tubuh yang akan terpapar sinar matahari minimal 15 menit sebelum paparan. Jadi dipakainya saat masih di dalam ruangan ya, Sobat Sehat. Jumlah yang cukup adalah 2 mg/cm2 yaitu setara dengan 30 ml setiap penggunaan merata di tubuh. Sunscreen ini harus diaplikasikan ulang setiap 2 jam dan setelah berkeringat atau berenang supaya fungsi proteksinya tetap oke.

Apakah penggunaan sunscreen berpengaruh pada durasi berjemur?


Jawabannya adalah tentu saja. Seperti yang sudah kita ketahui pada artikel sebelumnya, kunci utama kita dalam berjemur adalah memperhatikan intensitas paparan cahaya matahari dan durasi berjemur. Penggunaan sunscreen akan mempengaruhi intensitas cahaya yang terpapar pada kulit, yaitu cenderung menurunkan intensitasnya. Sehingga gunakanlah sunscreen secukupnya pada area-area yang paling ingin Anda lindungi dari efek samping paparan cahaya matahari.

Nah, sekarang Sobat Sehat sudah pada tahu kan mengenai jenis-jenis sunscreen dan penggunaannya yang tepat saat berjemur? Jangan lupa perhatikan soal waktu dan intensitas saat berjemur ya, supaya manfaat yang didapat tetap optimal tanpa membahayakan tubuh kita sendiri. Selamat berjemur!




Penulis:

dr. Dhia Clarissa Putri

dhiaclarissa@gmail.com

Dokter Umum


Editor:

dr. Stephen Valentino

stephenvalentinomd@gmail.com

Dokter Umum


Desainer Grafis:

Ninda Feranggita Pradani, S.Gz.

nferanggita@gmail.com

Dietisien Muda


Referensi:

  1. Nimitphong H, Holick MF. Vitamin D status and sun exposure in southeast Asia. Dermatoendocrinology v.5(1); 2013 Jan.

  2. Young AR, Narbutt J, et al. Optimal sunscreen use, during a sun holiday with a very high ultraviolet index, allows vitamin D synthesis without sunburn. British Journal of Dermatology. 2019.

11 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia