Infeksi Menular Seksual: Kenali dan Waspadai Gejala Ini!

Marsa Harisa D., S. Ked (penulis)

Riyo Pungki Irawan, S.Ked (penulis)



Penyakit infeksi menular seksual adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran penyakit ini bisa melalui darah, cairan mani, cairan vagina, atau cairan tubuh lainnya. Ada beberapa gejala penyakit menular seksual yang seringkali tidak disadari.


Kenali dan waspadai gejala beberapa penyakit infeksi menular seksual di artikel ini!


Secara umum, infeksi menular seksual dapat dikelompokkan berdasarkan gejala-gejala yang

timbul, yaitu:

  1. Cairan (discharge) dari vagina atau saluran kencing

  2. Luka pada daerah kemaluan, mulut, atau bokong

  3. Kutil

  4. HIV

Namun, perlu digaris bawahi bahwa 90% dari infeksi menular seksual bersifat asimtomatis , atau tidak menimbulkan gejala. Diagnosis infeksi yang bersifat asimtomatis hanya dapat melalui tes laboratorium. Oleh karena itu, pasangan seksual dari orang yang terdiagnosis dengan infeksi menular seksual juga perlu diperiksa oleh dokter.


"...90% dari infeksi menular seksual bersifat asimtomatis , atau tidak menimbulkan gejala."

GEJALA : Cairan dari Vagina atau Saluran Kencing

Apa penyebab terseringnya?


A. Uretritis


Uretritis berarti radang pada saluran kencing. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh kuman gonore, klamidia, dan Mycoplasma genitalium . Gejala yang sering timbul pada penyakit ini adalah :

  1. Keluar nanah

  2. Rasa terbakar ketika buang air kecil, dan

  3. Rasa gatal pada daerah kemaluan.

B. Servisitis


Servisitis berarti radang pada leher rahim. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh kuman

klamidia, gonore, dan trikomonas. Gejala yang sering timbul pada penyakit ini adalah:

  1. Keluarnya nanah dari jalan lahir, dan

  2. Perdarahan antarmenstruasi (terutama setelah berhubungan seksual).


Perlu diingat bahwa infeksi oleh kuman-kuman ini tidak hanya terbatas pada saluran kencing

dan jalan lahir, namun juga dapat menginfeksi daerah anus dan mulut.


Apa saja obat yang akan saya dapatkan ?


Dokter akan memberikan obat dalam bentuk suntikan atau pil antibiotik yang harus diminum sampai habis (umumnya 7 hari). Sebaiknya hubungan seksual ditunda sampai 7 hari setelah

pengobatan selesai.


Apa yang akan terjadi jika penyakit ini tidak diobati ?


Pada wanita, infeksi yang tidak diobati dapat meluas ke rahim dan menyebabkan penyakit

radang panggul. Komplikasi ini dapat menyebabkan kemandulan. Pada pria, infeksi yang tidak diobati akan meluas ke saluran buah zakar sehingga menyebabkan rasa nyeri hingga demam.

Infeksi penyakit menular seksual juga dapat meningkatkan risiko tertular virus HIV.

GEJALA : Luka pada daerah kemaluan, mulut, dan bokong

Apa penyebab terseringnya?

A. Herpes Simplex Virus


Penyakit herpes merupakan IMS yang paling sering menyebabkan luka. Gejala-gejala yang

paling sering timbul adalah sebagai berikut:

  1. Bisul nyeri (seperti terbakar) yang terisi cairan di daerah kemaluan yang lama-lama dapat pecah sehingga timbul luka, mengering dalam 2 - 3 minggu, dan

  2. Demam.

Herpes juga dapat menginfeksi daerah mulut dan bokong.


Apa saja obat yang akan saya dapatkan ?


Sekali sudah terkena penyakit herpes, penyakit ini tidak akan sembuh. Namun demikian, dengan pengobatan yang tepat, jumlah dan lama serangan dapat dikurangi. Obat akan diberikan dalam bentuk pil yang harus diminum sampai habis (umumnya 7 - 10 hari). Kekuatan dan lama pemberian obat bergantung pada jumlah serangan herpes dalam satu tahun.


Apa yang akan terjadi jika penyakit ini tidak diobati?


Bisul atau luka yang muncul akibat infeksi herpes dapat mengganggu karena nyeri. Infeksi juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain jika Anda memegang bisul atau cairan dari bisul, sehingga sebaiknya segera mencuci tangan jika menyentuhnya.


B. Sifilis


Sifilis adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan bersifat sistemik, artinya dapat menyerang seluruh sistem di tubuh manusia. Di Indonesia disebut dengan raja singa karena keganasannya. Sifilis dapat menyerupai banyak penyakit dan memiliki masa laten sehingga seringkali tidak disadari oleh pasien. Gejala yang paling sering muncul antara lain:

  1. Luka yang tidak nyeri, biasanya pada daerah kemaluan namun dapat juga ditemukan pada lidah, dinding mulut ataupun anus.

  2. Pada stadium lanjut, dapat berupa demam, ruam yang mudah menjadi luka, kelelahan, perasaan tidak nyaman, sakit tenggorokan dan kutil seperti luka di mulut atau daerah kemaluan.


Apa saja obat yang akan saya dapatkan ?


Dokter biasanya akan memeriksa sampel luka secara mikroskopis atau mengecek darah Anda terlebih dahulu untuk memastikan infeksi sifilis. Tes yang dilakukan biasanya berupa tes VDRL atau TPHA. Setelah terkonfirmasi, dokter akan memberikan injeksi antibiotik dengan sekali pemberian.


Apa yang akan terjadi jika penyakit ini tidak diobati ?


Sifilis merupakan penyakit infeksi yang dapat berlangsung dalam 3 stadium. Stadium 1 biasanya hanya akan muncul gejala luka tidak nyeri dan perbesaran kelenjar getah bening. Pada stadium 2, stadium ini juga disebut great imitator alias peniru ulung karena gejalanya menyerupai penyakit lain yaitu dapat menyerang seluruh sistem yang ada di tubuh. Gejala yang terjadi biasanya demam, ruam, bisul, lemah, lunglai dan rambut rontok. Apabila sifilis tidak diobati, maka dapat menjadi infeksi laten yang biasanya akan menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Selain itu, dapat pula menyerang jantung, hati, tulang hingga ginjal.


GEJALA : Kutil

Apa penyebab terseringnya?


Human Papilloma Virus (HPV)


HPV merupakan infeksi virus yang sering disebut sebagai kutil. Banyak sekali tipe virus HPV yang menyebabkan berbagai jenis kutil, mulai dari kutil tangan, wajah hingga kutil kelamin. Tipe virus yang sering menyebabkan kutil kelamin antara lain tipe 6, 11, 16 dan 18. Tipe 6 dan 11 sering disebut sebagai tipe jinak sedangkan tipe 16 dan 18 disebut sebagai tipe ganas karena sangat berkaitan erat dengan kejadian kanker leher rahim pada wanita. Gejala yang sering timbul dari infeksi ini adalah kutil yang berbentuk seperti bunga kol, terkadang dapat disertai ketidaknyamanan ataupun nyeri apabila ukuran kutil cukup besar.


Apa saja obat yang akan saya dapatkan?


Penanganan kutil dapat dilakukan oleh pasien sendiri ataupun oleh dokter. Dokter biasanya akan memberikan krim yang harus dioleskan 3x seminggu. Akan tetapi, terapi lebih baik jika dilakukan oleh dokter secara mingguan. Dokter biasanya akan memberikan terapi berupa pembekuan ataupun krim seminggu sekali. Jika dirasa perlu dapat dilakukan terapi bedah.


Apa yang akan terjadi jika penyakit ini tidak diobati?


Komplikasi paling berbahaya dari infeksi ini adalah kanker leher pahim. Pasien dengan pasangan seksual yang mengidap kutil kelamin harus melakukan pemeriksaan rutin. Penyakit HPV sendiri dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi, terutama bagi wanita usia subur.


GEJALA : Human Immunodeficiency Virus


HIV


HIV merupakan virus yang menyerang sistem imun manusia. Virus ini hanya menyerang sel darah putih tipe CD4. Hal ini menyebabkan pasien menjadi rentan terkena infeksi lain. HIV ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan mani, cairan vagina dan ASI. Dapat juga menular melalui prosedur suntikan dan transfusi darah. Gejala yang paling sering muncul saat stadium awal penyakit ini mirip seperti flu yaitu demam, nyeri kepala dan kelelahan. Pada stadium lanjut, infeksi HIV dapat berupa diare lama, penurunan berat badan, ruam hingga rentan terkena penyakit infeksi lainnya


Apa saja obat yang akan saya dapatkan?


Dokter terlebih dahulu akan memeriksa status infeksi Anda apakah HIV positif atau bukan. (Baca mengenai Apa itu VCT di sini ). Setelah status HIV sudah ditegakkan, dokter akan memastikan bahwa pasien tidak memiliki komplikasi atau infeksi lain yang dapat memicu terjadinya komplikasi. Terapi yang digunakan adalah obat antiretroviral (ARV). Pengobatan dilakukan selama 6 bulan pertama dengan pengecekan rutin pada minggu 2, 4, 8, 12 dan 24 sejak memulai terapi ARV.


Apa yang akan terjadi jika penyakit ini tidak diobati?


Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan yang ada diberikan untuk memperpanjang masa hidup. Kondisi dan perkembangan penyakit ini sangat bergantung dari kondisi pasien itu sendiri. Perjalanan penyakit ini menjadi AIDS sangat berbeda-beda pada tiap individu. Pencegahan merupakan pilihan terbaik agar tidak terjangkit infeksi ini (Baca mengenai bagaimana seks yang aman dan bebas penyakit di sini )


Banyaknya jenis penyakit infeksi menular seksual dan beragamnya gejala yang timbul mengharuskan kita untuk lebih paham dan lebih sadar. Infeksi menular seksual bukanlah hal yang tabu atau memalukan karena hal ini sangat sering terjadi. Layaknya penyakit lain, metode terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah mencegahnya. Pahami betul bagaimana gejala infeksi menular seksual dan segera kunjungi dokter jika Anda merasa memiliki gejalanya.


Penulis: Marsa Harisa, S.Ked.

marsa.harisa@gmail.com@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito


Penulis : Riyo Pungki Irawan, S.Ked

riyopungkiirawan@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito


Desainer Grafis: Gede Raditya Wisnu W, S.Ked.

graditya.wisnu@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito


Referensi

  1. Ikatan Dokter Indonesia.2014. Panduan Praktik Klinis (PPK) Dokter Pelayanan Primer: Jakarta.

  2. Wolff, Klaus et al.2008.Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine 7th edition.New York: McGraw Hill.

  3. Florian M.E. Wagenlehner et al. 2016. The Presentation, Diagnosis, and Treatment of Sexually Transmitted Infections. Dtsch Arztebl Int. 2016 Jan; 113(1-2): 11 22 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4746407/ diakses pada 30 April 2019

  4. US National Library of Medicine. 2018. The Stages of HIV Infection (https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/19/46/the-stages-of-hiv-infection) diakses pada 4 Mei 2019


54 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia