Bagaimana Cara Mengonsumsi Daging Kurban yang Sehat dan Aman?

Oleh Riyana Rochmawati, S.Gz


(source : suara.com)

Konsumsi daging saat hari raya kurban bisa menimbulkan risiko kesehatan jika tidak melalui proses penyimpanan dan pengolahan yang benar. Daging yang terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai masalah pada saluran pencernaan. Selain itu, konsumsi daging merah secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian terkait penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker usus, dan diabetes tipe 2.

Idul Adha atau hari raya kurban adalah salah momentum yang ditunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Hari tersebut sarat dengan budaya berbagi, berkumpul bersama keluarga sambil menyantap hidangan daging kurban. Meskipun bahan makanan berprotein tinggi, daging sapi, kambing, maupun domba dapat menjadi bumerang bagi penikmatnya. Daging ini bisa menimbulkan risiko kesehatan jika tidak diolah dengan benar. Menurut penelitian yang dilakukan di Eropa dan Amerika, konsumsi daging merah secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian terkait penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker usus, dan diabetes tipe 2, baik laki-laki maupun perempuan. Secara detail, konsumsi daging akan memengaruhi Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, dan profil lemak tubuh (Richie,2015).


Keamanan pangan harus dijaga bukan hanya saat proses pengolahan namun juga dimulai dari pemilihan bahan dan proses penyimpanan. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), mutu karkas dan daging sapi dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu kualitas tingkat I, II, dan III.


“Secara umum kualitas daging dikategorikan paling baik jika memenuhi kriteria fisik bebas memar dan freeze burn, warna daging merah terang, warna lemak putih, dan bertekstur halus. Sedangkan standar mikrobiologisnya mengandung bakteri Coliform, Staphylococcus aureus, Salmonella sp, Escherichia sp yang rendah sesuai standar laboratorium yang ditentukan.“


Untuk mencapai kualitas yang baik, penyimpanan daging juga harus diperhatikan karena daging dengan kandungan tinggi protein sangat rawan menjadi tempat tumbuhnya mikroorganisme. Daging harus disimpan dengan melakukan pencucian dengan air bersih kemudian langsung menyimpan dalam suhu 0 sampai -180C dalam kulkas atau freezer. Menurut Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)  Kementerian Pertanian (2019), cara menyimpan daging yang benar yaitu :


  1. Tidak mencampur antara daging sapi dengan kambing termasuk memisahkan daging dan jeroan untuk meminimalkan jumlah cemaran kuman.

  2. Menyimpan daging dalam sesuai porsi masak saat food preparation yang dipisahkan dalam kotak penyimpanan terpisah. Penyimpanan ini akan memudahkan dalam melakukan thawing (mencairkan daging beku).

  3. Menyimpan daging dalam bentuk pipih akan lebih mudah untuk dicairkan daripada bentuk bulatan.

  4. Menandai tanggal penyimpanan dan penerapan sistem FIFO (First in First out) dalam penyimpanan.


Setelah kita memiliki daging pilihan yang aman untuk dikonsumsi, pengolahan makanan harus dilakukan sesuai dengan tujuan diet. Untuk diet rendah lemak, maka daging yang digunakan harus bebas lemak sehingga kita bisa menggunakan bagian lean (tanpa lemak). Kemudian, dalam memasak kita harus menghindari tambahan lemak misalnya dari santan dan minyak. Kita bisa menggunakan proses pemasakan dengan cara merebus atau memanggang. Kemudian, agar protein dalam daging tetap terjaga kualitasnya, maka kita bisa memasak dalam suhu 62-820C sampai kematangan sempurna.


Konsumsi daging saat hari raya kurban masih bisa kita lakukan dengan memperhatikan aspek keamanan pangan. Ketika kualitas daging terjaga kemudian diolah dengan prinsip yang benar, daging bisa memberikan banyak manfaat bagi kita terutama apabila membutuhkan diet tinggi protein. Namun, jika kita hanya asal mengonsumsi tanpa memperhatikan keamanannya, daging bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan baik jangka pendek maupun panjang.


Penulis:

Riyana Rochmawati, S.Gz

Dietisien Muda


Editor:

dr. Riyo P. Irawan

Dokter Umum


Referensi :

  1. Richi E, Battaglia, Baumer B, Conrad B, Darioli R, Schmid A, Keller U. 2015. Health Risks Associated with Meat Consumption: A Review of Epidemiological StudiesInt J Vitam Nutr Res. 2015;85(1-2):70‐78. doi:10.1024/0300-9831/a000224

  2. Standar Nasional Indonesia (SNI) 3932:2008 tentang Mutu Karkas dan Daging Sapi

  3. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)  Kementerian Pertanian (2019).Penyimpanan Daging yang Benar. diakses melalui http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/82660/PENYIMPANAN-DAGING-YANG-BENAR/ pada 10 Juni 2020 pukul 18.30

  4. Gunnars, K. Healthline (2018). How to Make Your Meat as Healthy as Possible. Healthline (2016). Meat Safety: Storing and Handling Meat, Poultry, and Fish.


20 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia