Nyeri saat Menstruasi. Boleh Tidak Masuk Kerja?

Oleh Keisha Lyubiana, S.Ked.

Sebagai perempuan, kita semua pasti pernah mengalami nyeri saat menstruasi. Secara

medis, nyeri saat menstruasi disebut sebagai dismenorea. Dismenorea biasanya muncul

sebagai nyeri yang berdenyut atau rasa kram pada perut bagian bawah. Kebanyakan

perempuan mengalami nyeri 1-3 hari sebelum menstruasi. Rasa nyerinya akan terasa paling

parah saat menstruasi dimulai, lalu mulai membaik 1-2 hari setelah itu. Perempuan bisa

mengalami dismenorea sejak pertama kali mengalami menstruasi dan biasanya intensitas

nyerinya akan berkurang dengan bertambahnya usia atau setelah melahirkan.


Dismenorea dengan karakteristik di atas disebut sebagai dismenorea primer yang

merupakan jenis dismenorea yang normal untuk dialami. Meski termasuk normal, intensitas

nyeri dismenorea primer bervariasi antarperempuan. Ada yang hanya merasa tidak nyaman,

ada yang merasa nyeri tapi masih bisa beraktivitas, hingga ada yang merasa nyeri hebat

yang sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, beberapa perempuan juga bisa

mengalami gejala lain seperti mual, diare, nyeri kepala, dan pusing.


Untuk dismenorea primer, sebelum mengonsumsi obat, rasa nyeri bisa dikurangi dengan

olahraga ringan, tidur yang cukup, dan teknik-teknik relaksasi. Jika tidak membaik, maka

nyerinya biasanya akan membaik dengan obat-obatan anti-nyeri pada umumnya. Namun,

untuk perempuan dengan kondisi medis tertentu atau sedang menderita penyakit, akan

lebih baik jika datang ke dokter untuk mendapatkan obat anti-nyeri yang paling aman.

Banyak yang tidak tahu, tetapi ternyata dismenorea merupakan alasan yang diperbolehkan

untuk tidak masuk kerja.


Tertulis dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 81 ayat 1, “Pekerja

atau buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan

kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid”.

Selain itu, perusahaan juga tetap wajib membayar pekerja pada hari-hari dimana ia tidak

masuk serta tidak diperbolehkan memaksa pekerja untuk menyerahkan surat sakit atau

melakukan pemeriksaan fisik. Meski begitu, peraturan ini memang belum diterapkan dan

disosialisasikan secara luas, padahal ini merupakan hak seorang perempuan. Dismenorea

adalah suatu penyakit, sama seperti penyakit lainnya, yang tidak bisa diremehkan efek

negatifnya terhadap kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.


Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah mengenali tanda-tanda peringatan

bahwa dismenorea yang kita alami bukanlah dismenorea primer. Selain dismenorea primer,

ada yang disebut dismenorea sekunder. Dismenorea sekunder merupakan nyeri saat

menstruasi, namun disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem reproduksi. Ciri-cirinya

adalah nyeri dengan durasi yang lebih lama, memburuk dengan berjalannya menstruasi,

semakin parah dengan bertambahnya usia, lebih parah dari dismenorea yang pernah

dialami sebelumnya, atau baru muncul setelah usia 25 tahun. Jika ditemukan gejala-gejala

tersebut, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Beberapa penyakit yang bisa

mendasari dismenorea sekunder adalah endometriosis, fibroid rahim, dan adenomiosis dan

sebagainya. Tentunya, penyakit-penyakit ini membutuhkan penanganan khusus dari dokter

spesialis dan penting untuk dideteksi lebih awal.


Dismenorea merupakan hal yang dialami hampir semua perempuan selama mengalami

menstruasi, sehingga sangat penting bagi para perempuan untuk bisa mengetahui

penyebabnya, penanganannya, kapan harus waspada, dan tentunya hak-hak kita untuk

menangani kondisi ini sebaik mungkin. Tentunya, laki-laki pun juga harus memahami kondisi

ini agar bisa membantu para perempuan di hidupnya untuk menangani kondisi ini sebaik

mungkin.


Penulis

Keisha Lyubiana, S.Ked.

keishalyubiana@gmail.com


Editor

dr. Riyo P. Irawan

riyopungkiirawan@gmail.com

Referensi

1. Acog.org. (2015). Dysmenorrhea: Painful Periods - ACOG. [online] Available at:

https://www.acog.org/Patients/FAQs/Dysmenorrhea-Painful-

Periods?IsMobileSet=false [Accessed 14 Feb. 2020].

2. Fatima, I. (2018). Antara Nyeri Haid, Masuk Kerja Dan Hak Cuti Haid. [online] PKBI

Daerah Istimewa Yogyakarta. Available at: https://pkbi-diy.info/antara-nyeri-haid-

masuk-kerja-dan-hak-cuti-haid/ [Accessed 14 Feb. 2020].

3. Mayo Clinic. (2018). Menstrual cramps - Symptoms and causes. [online] Available at:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-

causes/syc-20374938 [Accessed 14 Feb. 2020].

6 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia