Mana Diet yang Benar : Rendah Lemak atau Rendah Karbo?

Diperbarui: 4 Feb 2019

Riyo Pungki Irawan, S.Ked.



Rendah Lemak atau Rendah Karbo?


Euforia tahun baru 2019 masih sangat terasa meskipun sudah berselang satu bulan yang lalu. Semangat baru menyambut tahun ini dengan harapan dan impian tampaknya tak ubahnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Resolusi yang belum tercapai di tahun lalu seketika menjadi prioritas, tak lupa dengan resolusi baru di tahun ini. Jika salah satu resolusi Anda tahun ini adalah untuk menurunkan berat badan mencapai tubuh ideal yang Anda inginkan, wajib hukumnya Anda membaca artikel ini.


Sebelumnya, terdapat info yang sangat penting dan mengkhawatirkan tentang berat badan. Informasi apakah itu? Obesitas (BMI >30 kg/m2) dan overweight (BMI 25-30 kg/m2) melanda sepertiga penduduk dunia dewasa ini dan jika tren ini berlanjut, maka sekitar 38% populasi dunia akan mengalami overweight dan 20% mengalami obesitas pada tahun 2030. Apa bahayanya? Risiko penyakit metabolik seperti diabetes, serangan jantung hingga stroke dapat meningkat drastis daripada populasi normal. Meskipun obesitas merupakan penyakit kompleks dan multifaktorial dengan pengaruh genetik, sosioekonomi dan lingkungan, penyakit ini dapat dicegah dan dikontrol. Penanganan pertama obesitas adalah manajemen diet dikombinasi dengan modifikasi perilaku lalu yang kedua adalah aktivitas fisik.


Secara umum, tidak mungkin untuk mengurangi berat badan tanpa keseimbangan negatif energi. Artinya apa? Energi yang dikonsumsi haruslah lebih rendah daripada energi yang dikeluarkan. Selama ini masyarakat dibingungkan dengan cara mengurangi berat badan yang aman, efektif dan tidak mengganggu kesehatan. Banyak sekali beredar metode diet yang disarankan, tetapi manakah yang terbaik? Mari kita lihat satu per satu:

1. Diet Rendah Kalori

Diet ini merupakan diet konvensional yang biasanya bertujuan untuk mengurangi kebutuhan kalori sebesar 500-750 kkal. Diet ini dicapai dengan konsumsi 1200-1500/kkal untuk wanita dan 1500-1800 kkal untuk pria. Komposisi diet ini biasanya 30% lemak, 50% karbohidrat dan 20% protein dengan penekanan pada pengurangan lemak hewani dan peningkatan konsumsi serat buah dan sayur. Penurunan berat badan berkisar 0.5 kg/minggu dan biasanya hanya terlihat pada bulan awal dan tidak terlalu bagus untuk jangka panjang.

2. Diet Rendah Lemak

Diet rendah lemak sudah direkomendasikan sebagai diet yang aman dan efektif selama beberapa dekade. Salah satu alasannya adalah kalori dari lemak yang lebih tinggi dari karbohidrat (9kkal/gr vs 4 kkal/gr). Meskipun secara teori banyak disebutkan kelebihan diet ini, namun randomized trial gagal mendemonstrasikan bahwa pengurangan lemak lebih baik dari diet yang lain dalam hal pengurangan berat badan jangka panjang. Dalam meta-analisis juga disebutkan bahwa diet rendah lemak ditemukan sama efektifnya dengan diet lain.

3. Diet Rendah Karbohidrat

Diet ini dicirikan dengan pengurangan karbohidrat (<30 gr/hari) dan peningkatan konsumsi serat. Kepatuhan jangka panjang diet ini sangat susah dan dapat menjadi berbahaya jika adanya pengurangan karbohidrat yang signifikan dikombinasi dengan peningkatan konsumsi lemak yang dapat menyebabkan peningkatan LDL alias kolesterol jahat. Dalam meta-analisis menunjukkan bahwa diet ini efektif untuk jangka pendek dibandingkan diet lain dan terjadi perbaikan fungsi metabolik pada orang dengan diabetes. Beberapa meta-analisis juga mengatakan diet rendah karbohidrat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan diet rendah lemak, akan tetapi perlu dipertimbangkan juga potensi risiko yang berkaitan dengan kenaikan LDL.

Mengatur tujuan yang realistis untuk mengurangi berat badan merupakan hal yang sangat penting ketika Anda sudah memilih diet mana yang akan diambil. Pengurangan 5-10% berat badan awal dalam 6 bulan pertama adalah pendekatan yang realistis. Hal itu juga menyebabkan perbaikan faktor risiko penyakit kardiometabolik, menguntungkan bukan?. Selain mengurangi berat badan, hal penting lainnya adalah mempertahankan dan mencegah kenaikan berat badan. Pengawasan harus bersifat kontinyu dan mudah dilakukan. Beberapa prediktor melibatkan pengawasan rutin berat badan, pengawasan medis dan dukungan psikologis, konsistensi makan, sarapan, makanan rendah lemak, dan seringnya aktivitas fisik.


Pada akhirnya, diet yang ideal adalah yang aman, efektif, sehat, cukup nutrisi, sesuai budaya dan sesuai dengan kemampuan ekonomi. Sudah banyak tipe diet dengan berbagai konten kalori yang berbeda dinilai dalam randomized clinical trials, reviews dan meta-analisis. Diet optimal masih dalam perdebatan. Prinsipnya, tidak ada diet yang dapat diresepkan untuk semua orang atau direkomendasikan sebagai yang terbaik tanpa ada individualisasi. Dengan kata lain, pilihlah tipe diet yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda dengan tetap mengindahkan prinsip diet yang ideal.




Penulis: Riyo Pungki Irawan, S.Ked.

riyopungkiirawan@gmail.com

Dokter Muda RSUP dr. Sardjito Yogyakarta



Referensi:

1. Kelly, T.; Yang, W.; Chen, C.S.; Reynolds, K.; He, J. Global burden of obesity in 2005 and projections to 2030.Int. J. Obes. (Lond.) 2008, 32, 1431–1437.

2. Mozaffarian, D.; Hao, T.; Rimm, E.B.; Willett, W.C.; Hu, F.B. Changes in diet and lifestyle and long-term weight gain in women and men. N. Engl. J. Med. 2011, 364, 2392–2404.

3. Katsilambros, N.L. Nutritional treatment of obesity in adults. What is certain and what uncertain. Arch. Hell.Med. 2015, 32, 340–343

4. MacLean, P.S.; Bergouignan, A.; Cornier, M.A.; Jackman, M.R. Biology’s response to dieting: The impetus for weight regain. Am. J. Physiol. Regul. Integr. Comp. Physiol. 2011, 301, R581–R600.

5. Heymsfield, S.B.; Harp, J.B.; Reitman, M.L.; Beetsch, J.W.; Schoeller, D.A.; Erondu, N.; Pietrobelli, A. Why do obese patients not lose more weight when treated with low-calorie diets? A mechanistic perspective. Am. J.Clin. Nutr. 2007, 85, 346–354.

6. Johnston, B.C.; Kanters, S.; Bandayrel, K.; Wu, P.; Naji, F.; Siemieniuk, R.A.; Ball, G.D.; Busse, J.W.; Thorlund, K.; Guyatt, G.; et al. Comparison of weight loss among named diet programs in overweight and obese adults: A meta-analysis. JAMA 2014, 312, 923–933.

7. Noto, H.; Goto, A.; Tsujimoto, T.; Noda, M. Low carbohydrate diets and all-cause mortality: A systematic review and meta-analysis of observational studies. PLoS ONE 2013, 8, e55030.

8. Mansoor, N.; Vinknes, K.J.; Veierød, M.B.; Retterstøl, K. Effects of low-carbohydrate diets v. low-fat diets on body weight and cardiovascular risk factors: A meta-analysis of randomised controlled trials. Br. J. Nutr.2016, 115, 466–479.

9. National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI) Obesity Education Initiative Expert Panel on the Identification, Evaluation, and Treatment of Obesity in Adults (US). Clinical guidelines on the identification, evaluation, and treatment of overweight and obesity in adults: Executive summary. Am. J. Clin. Nutr. 1998, 68,899–917.

10. Jensen, M.D.; Ryan, D.H.; Apovian, C.M.; Ard, J.D.; Commuzzie, A.G.; Donato, K.A.; Hu, F.B.; Hubbard, V.S.; Jakicic, J.M.; Kushner, R.F.; et al. 2013 American Heart Association/American College of Cardiology/Task force on Practice Guidelines and the Obesity Society guideline for the management of overweight and obesity in adults: A report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines and the Obesity Society. Circulation 2014, 129, S102–S138.

11. Carels, R.A.; Konrad, K.; Young, K.M.; Darby, L.A.; Coit, C.; Clayton, A.M.; Oemig, C.K. Taking control of your personal eating and exercise environment: A weight maintenance program. Eat. Behav. 2008, 9, 228–237



146 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia