Mengenal Vapor Lebih Dekat

Oleh dr. Dhia Clarissa Putri




Vapor, atau e-cigarette aerosol, adalah alat yang dapat membuat penggunanya menghisap nikotin dan zat perasa dalam bentuk aerosol. Sedangkan vaping adalah kegiatan menghirup vapor itu sendiri.



Vapor ini isinya apa, sih? 


Bahan kimia di samping adalah sebagian yang terkandung dalam sebuah e-cigarette atau vapor. Masih ada banyak zat kimia lain yang belum diketahui jenisnya sampai saat ini.


Bahaya mana rokok vs vapor?


Kami mengadakan mini-survey dengan 26 partisipan mengenai mana yang lebih bahaya antara rokok konvensional dengan e-cigarette atau vapor. Hasilnya adalah sebanyak 65% mengatakan bahwa vapor lebih berbahaya. Mari kita simak faktanya menurut referensi yang tersedia.


“E-cigarette aerosol mengandung lebih sedikit bahan kimia yang berbahaya jika dibandingkan dengan 7,000 zat kimia yang terkandung dalam 1 batang rokok biasa.” - CDC, 2018. Meskipun demikian, "e-cigarette atau vapor tetap berbahaya bagi kesehatan karena banyak zat kimia di dalamnya yang belum diketahui dan kemungkinan tidak aman." - Director of Clinical Research, John Hopkins Medicine, 2019.


E-cigarette biasa digunakan oleh perokok dewasa yang sedang tidak hamil sebagai salah satu cara untuk berhenti merokok. Namun, penelitian CDC akhir-akhir ini menyatakan bahwa kebanyakan perokok tersebut justru tidak berhenti merokok dan malah menggunakan keduanya (dual use). Oleh karena itu, usaha berhenti merokok dengan cara ini harus direncanakan secara tepat dan dimonitor perkembangannya supaya tidak terjadi penyalahgunaan.


Kasus 'First Death Reported from Vaping-Related Lung Illness’ dari The Washington Post


Pada tahun 2018, lebih dari 3,6 juta siswa SMP dan SMA di USA menggunakan e-cigarettes (CDC, 2018). Dilaporkan sebanyak 193 kasus rawat inap di 22 negara bagian akibat penyakit paru terkait e-cigarette atau vaping dengan rentang usia 17-38 tahun. Gejala yang dirasakan oleh pasien antara lain: batuk, sesak napas, nyeri dada, lemah, bahkan hingga muntah dan diare. Gejala ini dapat segera memburuk dalam beberapa hari atau minggu, tergantung kondisi pasien. Pada kasus ini belum diketahui secara spesifik apakah kematian disebabkan oleh alat e-cigarette yang digunakan, kandungan bahan tertentu, atau kontaminan yang ikut terhirup.


Nah, sekarang sudah tau kan bahaya dari Vaping? Walaupun dikatakan lebih tidak berbahaya dari rokok pada umumnya, namun tetap tidak aman jika zat kimia yang masih belum diketahui sepenuhnya masuk ke dalam tubuh.



Smoking even a few cigarettes a day can be dangerous, so quitting smoking completely is very important to protect your health.




Penulis: dr. Dhia Clarissa Putri

dhiaclarissa@gmail.com

Dokter Umum


Desainer Grafis: Gede Raditya Wisnu W.

graditya.wisnu@gmail.com

Dokter Muda RSUP Dr. Sardjito



Referensi:

  • American Heart Association, 2019. “The 101 on E-cigarettes Infographic"

  • CDC, 2018. "Electronic Cigarettes - What’s the Bottom Line?”

  • Blaha MJ (John Hopkins Medicine), 2019. “5 Vaping Effects You Need to Know”

  • The Washington Post, 2019. “First death reported from lung illness linked to vaping, officials say"


98 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia