Dos and Don'ts dalam Menghadapi New Normal

Oleh dr. Dhia Clarissa Putri

Memasuki bulan kelima pandemi COVID-19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan dan diganti dengan kebijakan new normal dari pemerintah. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan new normal ini? Meskipun keberadaan COVID-19 belum bisa disingkirkan, masyarakat perlu beradaptasi dengan kehidupan baru, dimana aktivitas dan kegiatan perekonomian tetap berlangsung sembari melakukan upaya pencegahan terhadap infeksi COVID-19.


Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan dan harus dihindari selama menjalani kehidupan new normal ini:


DOs:

  • Selalu kenakan masker saat bepergian ke luar rumah, hal ini wajib terutama pada daerah dengan transmisi luas atau saat physical distancing sulit untuk dilakukan (misal transportasi umum, bandara, stasiun, pasar, dan tempat ramai lainnya). Orang yang sehat dapat mengenakan masker kain, namun harus diperhatikan ketentuan pemakaian dan cara membersihkannya dengan benar. Masker kain yang direkomendasikan WHO adalah yang memiliki 3 lapisan. Sedangkan, untuk orang sakit dan tenaga medis diwajibkan mengenakan masker bedah.

  • Jaga jarak atau physical distancing. Perlu diingat untuk selalu menjaga jarak minimal 6 kaki (2 meter) dengan orang lain, terutama saat menjalani aktivitas di luar rumah dan di tempat umum.

  • Personal hygiene. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) harus selalu diterapkan dengan ada atau tidaknya pandemi COVID-19. PHBS ini meliputi mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, mengonsumsi buah dan sayur, olahraga teratur, dan selalu menjaga kebersihan untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

  • Selalu sedia hand sanitizer di dalam tas. Meskipun cuci tangan dengan air bersih dan sabun merupakan pilihan utama, jika air dan sabun tidak tersedia di tempat umum, hand sanitizer dapat menjadi alternatif untuk menjaga kebersihan tangan. Hand sanitizer nya minimal yang mengandung alkohol 70% ya, Sobat Sehat!

  • Update situasi dan perkembangan pandemi dari sumber terpercaya (misalnya covid19.go.id). Jika ada info yang penting, jangan lupa beritahu teman, keluarga, dan orang terdekatmu ya, Sobat Sehat!

  • Stay positive! Meskipun pandemi ini belum selesai dan kurva juga belum turun, hal yang paling utama dilakukan saat kembali bekerja adalah tetap berpikiran dan berperilaku positif. Semangat dan gairah positif dapat ditularkan kepada orang lain sebagai motivasi untuk optimis menjalani fase new normal di tengah pandemi ini.

  • Tetap bantu orang-orang yang terdampak COVID-19! Banyak cara yang bisa dilakukan, contohnya dengan berdonasi, mendukung usaha lokal, atau sekedar berdoa supaya pandemi ini cepat berlalu.


DON’Ts:

  • Melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang lain. Berjabat tangan atau berpelukan dengan orang terdekat bisa digantikan dengan elbow bump untuk menjaga satu sama lain dari penularan virus Corona.

  • Menyentuh area wajah (mata, hidung, mulut) dengan tangan yang kotor. Kebiasaan ini meningkatkan potensi virus untuk masuk ke dalam tubuh kita.

  • Kumpul bersama teman-teman, menghadiri pesta, dan mengadakan acara yang mengundang orang banyak. Selalu ingat physical distancing ya, Sobat Sehat! Boleh kok berkumpul bersama orang-orang terdekat, namun cukup secara virtual saja.

  • Nongkrong di kafe atau bepergian tanpa kepentingan yang mendesak. New normal bukan berarti kembali bebas seperti sebelum COVID-19 menyerang. Aktivitas sebatas bekerja dan jual beli diperbolehkan demi menjaga keberlangsungan ekonomi agar tidak memburuk, tentunya dengan memperhatikan protokol pencegahan infeksi.

  • Bolak-balik datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri karena takut terkena COVID-19. Ingat, jika tidak ada kondisi yang gawat darurat atau sakit berat, sebaiknya tunda mengunjungi fasilitas kesehatan. Orang yang tadinya sehat justru dapat terkena penyakit akibat tertular berbagai sumber infeksi di rumah sakit.

  • Menyebarkan info yang membuat panik dan tidak terjamin kebenarannya. Selalu cek kebenaran informasi yang didapat dan pastikan berita tersebut berasal dari sumber yang terpercaya. Hindari kebiasaan menjadi orang yang mendewakan informasi dari broadcast WhatsApp grup keluarga, ya! Ingat #HatiHatiHoax!

  • Stigmatisasi ODP, PDP, pasien positif COVID-19, dan tenaga medis yang menangani pasien COVID-19. Stigma sosial hanya akan membuat orang-orang menyembunyikan sakitnya dan mencegah mereka mencari bantuan kesehatan agar tidak didiskriminasi. Sehingga, hal ini juga membahayakan tenaga medis yang banyak berkorban dengan berada di garis depan melawan virus Corona. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya kita semua saling berempati dan mendoakan kesehatan satu sama lain.

Setelah membaca tips untuk menghadapi fase new normal ini, apakah Sobat Sehat sudah siap untuk beraktivitas kembali di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung? Ingat selalu untuk jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker ya!


Penulis

dr. Dhia Clarissa Putri

dhiaclarissa@gmail.com

Dokter Umum


Editor

dr. Stephen Valentino

stephenvalentinomd@gmail.com

Dokter Umum


Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Visiting Parks and Recreational Facilities, Protect Yourself and Others from COVID-19 (2020).

  2. The United Nations Children’s Fund (UNICEF). Social stigma associated with the coronavirus disease 2019 (COVID-19).

  3. http://promkes.kemkes.go.id/phbs (diakses pada 3 Juni 2020).


35 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia