Benarkah itu: Minum Air Putih dapat Mengeliminasi Virus Corona (COVID-19) di Mulut dan Tenggorokan?

Diperbarui: Mar 25

Oleh Anindita Wiraputri, S.Ked



BERITA:

Minumlah air putih minimal setiap 15 menit agar mulut dan tenggorokan tetap lembap, karena dengan minum air putih, virus corona (COVID-19) yang berada di mulut atau tenggorokan dapat hanyut hingga ke kerongkongan dan masuk ke dalam lambung. 
 
Setelah sampai di lambung, asam lambung akan bekerja dan membunuh virus tersebut. Jika tidak minum air yang cukup secara teratur, virus tersebut dapat masuk ke trakea hingga ke paru-paru dan menjadi sangat berbahaya.


Kesimpulan: Salah.



Minum air putih untuk mengeliminasi COVID-19 di mulut dan tenggorokan adalah tidak benar karena tidak ada bukti medis yang mendukung.


Pada tanggal 12 Maret 2020 World Health Organization (WHO) mengumumkan status pandemi untuk infeksi COVID-19 yang saat ini telah melanda lebih dari 185 negara/teritori/wilayah di seluruh dunia. Jumlah kasus yang dilaporkan ke WHO sudah melewati angka 300 ribu dengan angka kematian lebih dari hampir mencapai 13 ribu. Total jumlah kasus dan kematian di luar Cina telah melebihi jumlah kasus di Cina yang merupakan episentrum dari pandemi ini. Sejauh ini di Indonesia sudah terdapat 790 kasus (per 25 Maret 2020) yang tersebar di berbagai wilayah, terutama di daerah dengan mobilitas tinggi seperti Jakarta. Hal ini tentu membuat masyarakat menjadi cemas dan takut, sehingga masyarakat kerap kali terpapar dengan informasi yang benar maupun yang salah mengenai pencegahan infeksi COVID-19 di media sosial.


Salah satu informasi yang salah dan sudah menyebar ke khalayak ramai adalah isu yang mengatakan bahwa sering minum air putih dapat mencegah infeksi COVID-19. Memang, minum air putih dapat mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mengatur suhu badan, melancarkan kerja saluran pencernaan dan membuat mulut dan tenggorokan tetap lembap. Namun, minum air putih saja tidak dapat mencegah kita dari penyakit tersebut. Menurut WHO, penting untuk minum air putih agar hidrasi tubuh tetap terjaga dengan baik, tetapi itu tidak dapat melindungi kita dari infeksi COVID-19. Cochrane review juga menyatakan bahwa belum ada penelitian yang mendukung atau menolak anjuran untuk meningkatkan asupan cairan pada kasus infeksi saluran pernapasan, sehingga keuntungan dan kerugian dari anjuran tersebut sampai saat ini belum diketahui secara pasti.


Kesalahan informasi dapat mengakibatkan kesalahpahaman di tengah masyarakat sehingga dapat melupakan hal-hal yang lebih esensial untuk mencegah infeksi dan penyebaran dari COVID-19. Berikut adalah 4 hal yang perlu dilakukan masyarakat untuk melindungi diri dari infeksi COVID-19:


1. Mencuci tangan

Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun ketika tangan terlihat kotor. Jika tangan tidak terlihat kotor, tangan juga dapat dibersihkan menggunakan cairan pembersih berbasis alkohol. Cuci tangan perlu dilakukan setelah batuk atau bersin, saat sedang merawat orang yang sakit, sebelum dan setelah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah BAK/BAB, dan setelah menyentuh hewan atau membuang kotoran hewan.


2. Etika batuk

Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut dengan lengan bagian dalam atau dengan tisu. Setelah digunakan, tisu langsung dibuang ke tempat sampah tertutup. Kemudian, bersihkan tangan dengan sabun pada air mengalir atau dengan cairan pembersih berbasis alkohol.

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan kita sering menyentuh permukaan berbagai benda di manapun dan kapanpun sehingga tangan dapat terkontaminasi virus. Jika tangan itu menyentuh mata, hidung dan mulut, virus dapat masuk ke dalam tubuh.

4. Social distancing

Hindari kontak jarak dekat dengan orang yang sedang batuk dan demam. Pertahankan jarak minimal satu meter antara kita dan siapapun yang sedang batuk atau bersin.


Pencegahan penularan infeksi COVID-19 adalah tanggung jawab kita bersama. Kesadaran untuk melakukan upaya pencegahan dapat melindungi orang-orang yang kita sayangi.

Penulis:

Anindita Wiraputri

akwiraputri@gmail.com

Dokter Muda


Editor:

dr. Rio Restu Priambodo

riorestup@gmail.com

Dokter Umum


Fotografer:

Francisco Gilbert Timothy, S.Ked.

franciscogani@gmail.com

Dokter Muda


Referensi:

  1. Chang, L. (2008). 6 Reasons to Drink Water. Diakses 17 Maret 2020. https://www.webmd.com/diet/features/6-reasons-to-drink-water#1

  2. Guppy, MPB., Mickan, SM., Del Mar, CB., Thorning, S., Rack, A. (2011). Advising patients to increase fluid intake for treating acute respiratory infections. Diakses 17 Maret 2020. https://www.cochrane.org/CD004419/ARI_advising-patients-to-increase-fluid-intake-for-treating-acute-respiratory-infections

  3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Situasi Terkini Perkembangan COVID-19 17 Maret 2020. Diakses 17 Maret 2020. https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-covid-19-17-maret-2020/#.XnD4cVQzbIU

  4. World Health Organization. 2020. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation report – 56. Diakses 17 Maret 2020. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200316-sitrep-56-covid-19.pdf?sfvrsn=9fda7db2_6

  5. https://twitter.com/WHOPhilippines/status/1225961563594510337?s=20



173 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia