Mengenal Novel Coronavirus (2019-nCoV) dan Pencegahannya

Diperbarui: Jan 28

Oleh dr. Lintang Sagoro P.




Apa yang terjadi?


Semenjak Bulan Desember tahun 2019, terjadi kejadian luar biasa kasus pneumonia disebabkan oleh virus dari famili Coronavirus yang belum dikenali jenisnya. Virus baru ini diberi nama sementara oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dengan sebutan Novel Coronavirus (2019-nCoV). Infeksi virus ini diduga pertama kali dilaporkan menjangkit manusia melalui transmisi penularan dari hewan ke manusia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Kasus ini dengan cepat menjadi perhatian publik dan otoritas kesehatan karena belum diketahui dampaknya ke manusia secara pasti.


Coronavirus adalah salah satu famili virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit bagi manusia. Dua diantara penyakit yang disebabkan oleh famili Coronavirus yang terkenal adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Secara umum infeksi oleh Coronavirus akan memberikan gejala seperti flu atau infeksi saluran nafas yang ringan. Namun, karena virus ini dapat ditransmisikan penularannya dari hewan ke manusia dan manusia ke manusia membuat infeksi sulit dikendalikan. Terlepas dari besarnya perhatian oleh masyarakat luas, pihak otoritas kesehatan Tiongkok menghimbau agar masyarakat tidak panik dan jangan percaya terlebih dahulu jika 2019-nCoV akan lebih berbahaya dibandingkan dengan SARS maupun MERS. Penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak 2019-nCoV terhadap manusia dan mencari tahu sumber infeksi dari 2019-nCoV. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal Medical of Virology pada tanggal 22 Januari 2020, menyatakan adanya kemungkinan besar jika sumber infeksi berasal dari ular ke manusia dan kemungkinan lainnya dapat berasal dari kelelawar ke manusia karena kemampuan Coronavirus untuk beradaptasi yang sangat tinggi.


Laporan terakhir sampai artikel ini ditulis pada tanggal 24 Januari 2019, menyebutkan terdapat 887 kasus infeksi yang sudah dikonfirmasi di Tiongkok oleh pihak otoritas kesehatan setempat dan terdapat 26 kasus kematian yang telah dilaporkan, dengan dua kasus kematian berada di luar wilayah Wuhan sebagai zona utama terjadinya kejadian luar biasa. Kasus infeksi 2019-nCoV juga sudah dilaporkan oleh berbagai negara lain yaitu Thailand, Singapura, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, dan Amerika Serikat dengan total 14 kasus. Dalam rangka memperlambat laju transmisi, pihak pemerintah Tiongkok telah berupaya untuk menutup akses keluar-masuk di 13 kota di Tiongkok dan mendistribusikan alat diagnostik infeksi 2019-nCoV di rumah sakit setempat.


WHO sampai saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi jika 2019-nCoV merupakan kasus kejadian luar biasa yang gawat dan mengancam negara-negara lain secara signifikan sehingga belum memerlukan koordinasi penanganan secara internasional. WHO juga belum menghimbau perluasan larangan perjalanan atau perdagangan di luar zona utama infeksi.


Apa gejala yang dapat timbul dari infeksi 2019-nCoV?


Pasien yang terinfeksi dengan 2019-nCoV melaporkan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan dari yang ringan hingga berat, antara lain demam, batuk, lemas, dan sesak nafas. Gejala dapat timbul mulai dari hari kedua hingga hari ke-14 dari kontak awal pajanan virus. Bagi individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti pada lansia, bayi, dan orang yang memiliki penyakit sistem kekebalan atau mengonsumsi obat yang dapat mempengaruhi kekebalan tubuh memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya infeksi saluran pernafasan bawah seperti bronkitis dan pneumonia oleh 2019-nCoV.


Bagaimana perkembangan situasi 2019-nCoV di Indonesia?


Kondisi saat ini belum ada kasus infeksi 2019-nCoV yang terkonfirmasi sampai di Indonesia. Namun, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil langkah antisipasi untuk pengawasan kemungkinan penyebaran virus ini di Indonesia dengan menyiagakan 135 pintu masuk negara baik udara, laut, maupun darat. Langkah antisipasi yang telah dilaksanakan antara lain pengaktifan thermal scanner, distribusi health alert card dan kampanye komunikasi informasi dan edukasi (KIE) bagi penumpang.


Kementerian kesehatan juga menyatakan untuk mencurigai kasus penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) ringan atau berat, yang dalam 14 hari sebelum timbulnya penyakit memiliki riwayat kontak erat dengan kasus positif infeksi nCoV, mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan di negara-negara terjangkit nCoV, mengunjungi atau bekerja di pasar hewan di Wuhan, Tiongkok, dan memiliki riwayat kontak dengan hewan (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di negara terjangkit nCoV pada hewan atau pada manusia akibat penularan hewan (zoonosis).


Pengembangan vaksin untuk 2019-nCoV saat ini


Saat ini telah dilakukan pengembangan vaksin untuk 2019-nCoV yang melibatkan koalisi dari tiga negara, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, dan Australia sebagai Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Tujuan utama dari koalisi ini adalah untuk mempercepat pengembangan vaksin agar sudah bisa dilakukan uji klinis dalam waktu 16 minggu.


Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan 2019-nCoV?


WHO merekomendasikan kepada masyarakat untuk mencegah penularan 2019-nCoV dengan cara menutup kemungkinan masuknya virus ke dalam tubuh kita dengan menjaga kebersihan tangan, pernafasan, dan praktik kebersihan makanan. Cara yang dapat kita terapkan untuk mencegah tertularnya Coronavirus dalam kegiatan sehari-hari antara lain adalah:

  • Hindari berpergian ke area endemik terjangkitnya Coronavirus yaitu Tiongkok, khususnya daerah sekitar Wuhan.

  • Kenakan masker jika hendak berpergian ke tempat umum yang ramai.

  • Hindari kontak dengan penderita demam dan batuk.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan alat cuci tangan berbasis alkohol.

  • Tutup hidung dan mulut jika bersin atau batuk dengan tisu atau siku tangan.

  • Hindari menyentuh mata, hidung, maupun mulut dengan tangan yang kotor.

  • Saat mengunjungi pasar yang menjual bahan pangan berbahan dasar hewan, hindari kontak langsung dengan hewan atau permukaan yang tersentuh oleh hewan. Kenakan masker, kacamata, dan sarung tangan jika akan kontak langsung dengan hewan.

  • Hindari konsumsi bahan pangan berbahan dasar hewan yang tidak dimasak atau setengah matang.

  • Jika merasakan gejala yang ditimbulkan oleh Coronavirus seperti demam, batuk, dan sesak nafas yang diawali dengan riwayat berpergian ke daerah endemik atau kontak dengan hewan segera datang ke dokter terdekat dengan menceritakan riwayat berpergian ke daerah endemik atau kontak dengan hewan.



Penulis:

dr. Lintang Sagoro

lintangsagoro@gmail.com

Dokter Umum


Editor:

Ade Saputri, S.Ked.

adesaptr@gmail.com

Dokter Muda




Referensi:

  • CDC. (2020). Symptoms of Novel Coronavirus (2019-nCoV) | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/Coronavirus/2019-ncov/about/symptoms.html [Accessed 24 Jan. 2020].

  • Ji, W., Wang, W., Zhao, X., Zai, J. and Li, X. (2020). Homologous recombination within the spike glycoprotein of the newly identified Coronavirus may boost cross‐species transmission from snake to human. Journal of Medical Virology.

  • Caixinglobal.com. (2020). Scientists Dispute Whether Snakes Are Source of Wuhan Coronavirus In Humans - Caixin Global. [online] Available at: https://www.caixinglobal.com/2020-01-23/scientists-dispute-whether-snakes-are-source-of-wuhan-Coronavirus-in-humans-101507844.html [Accessed 24 Jan. 2020].

  • Caixinglobal.com. (2020). WHO Declines to Declare Chinese Virus a Global Health Emergency - Caixin Global. [online] Available at: https://www.caixinglobal.com/2020-01-24/who-declines-to-declare-chinese-virus-a-global-health-emergency-101507970.html [Accessed 24 Jan. 2020].

  • Kemkes.go.id. (2020). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: https://www.kemkes.go.id/article/view/20012100002/cegah-ncov-kemenkes-siagakan-termoscanner-di-135-pintu-negara.html [Accessed 24 Jan. 2020].

  • Walsh, Matthew. et al. (2020). Wuhan Virus Latest: China Reports First Deaths Outside Epicenter of Outbreak. [online] Available at: https://www.caixinglobal.com/2020-01-24/wuhan-virus-latest-china-reports-second-pneumonia-linked-death-101505300.html [Accessed 24 Jan. 2020].

  • WHO. (2020). Novel Coronavirus (2019-nCoV) SITUATION REPORT. [online] Available at: https://www.who.int/docs/default-source/Coronaviruse/situation-reports/20200123-sitrep-3-2019-ncov.pdf [Accessed 24 Jan. 2020].

  • WHO. (2020). Novel Coronavirus (2019-nCoV) Advice for public. [online] Available at: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-Coronavirus-2019/advice-for-public [Accessed 24 Jan. 2020].

  • WHO. (2020). Novel Coronavirus 2019. [online] Available at: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-Coronavirus-2019 [Accessed 24 Jan. 2020].




191 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia