Olahraga di New Normal, Haruskah Memakai Masker?

Oleh dr. Paulin Surya Phillaberta



Berita:

Beredar berita seorang pria berusia 48 tahun meninggal di Monas saat bersepeda memakai masker. Menurut berita tersebut, penggunaan masker akan terjadi rebreathing, yaitu ketika CO2 dalam tubuh meningkat dan menyebabkan keracunan karena CO2 yang sudah dikeluarkan oleh tubuh terhirup kembali.  Ketika tidak memakai masker, hanya terjadi sedikit kenaikan CO2 sehingga tidak sampai terjadi keracunan. 

Kesimpulan: Salah



Apa rekomendasi WHO dan PDSKO?

Satu hari yang lalu, World Health Organization (WHO) mengeluarkan himbauan untuk tidak menggunakan masker saat olahraga karena membuat bernapas tidak nyaman dan masker yang basah bisa menyebabkan pertumbuhan kuman pada masker. Sedangkan, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) Indonesia merekomendasikan untuk tetap menggunakan masker saat berolahraga. Hal ini dikarenakan risiko untuk tertular COVID-19 tetap ada walaupun sedang olahraga. Kita harus ikut siapa?


Lalu, sebaiknya kita ikut rekomendasi siapa?

Bila kita berolahraga di fasilitas publik yang kita tidak bisa memprediksi tingkat keramaiannya, tetap lebih baik menggunakan masker. Kasus COVID-19 di Indonesia masih banyak dan memakai masker merupakan satu-satunya cara untuk melindungi diri. Masker hanya boleh dilepas jika yakin bisa jaga jarak 10 meter ketika lari atau 20 meter jika bersepeda.

Untuk menghindari kekurangan oksigen saat olahraga, olahraga dengan intensitas ringan-sedang. Secara umum, tubuh kita mempunyai metode kompensasi seperti meningkatkan denyut nadi sehingga masih bisa menolerir penggunaan masker ketika berolahraga. Namun, jika mulai merasa sulit untuk berbicara, bicara menjadi terbata-bata atau terengah-engah, disarankan untuk menurunkan intensitas latihan fisik. Untuk menghindari pertumbuhan kuman pada masker, kita bisa membawa masker cadangan supaya kita bisa menggantinya dengan masker yang baru ketika basah.


Bagaimana cara olahraga dengan aman selama masa new normal?

Pertama, pilih tempat olahraga yang aman! PDSKO sangat merekomendasikan kita berolahraga di rumah. Bila kita tetap ingin berolahraga di luar rumah/fasilitas publik, pastikan kondisi tubuh kita dalam keadaan sehat dan fit dan memilih tempat yang berzona hijau.

Saat berolahraga di tempat umum, pastikan untuk:

  1. Tetap memakai masker.

  2. Membawa masker cadangan. Saat berolahraga, frekuensi pernapasan kita meningkat sehingga masker menjadi lebih lembab. Fungsi proteksi masker yang lembab akan berkurang setelah 10 – 15 menit.

  3. Menjaga jarak antar orang minimal 2 meter ketika jogging atau 20 meter ketika bersepeda.

  4. Membawa peralatan pribadi yang diperlukan, termasuk botol minum, handuk, pakaian, dan lain-lain.

  5. Hindari menyentuh peralatan umum.

  6. Hindari menyentuh wajah, seperti mata, hidung, dan mulut selama latihan fisik.

Kedua, lakukanlah olahraga dengan intensitas ringan-sedang! Seperti apa olahraga intensitas ringan-sedang? Sobat sehat dapat mengetahuinya dengan melakukan yang namanya tes bicara! Bila kita berolahraga intensitas ringan, saat berolahraga kita masih dapat berbicara dan bernyanyi. Bila kita berolahraga intensitas sedang, kita masih dapat berbicara namun akan kesulitan untuk bernyanyi. Namun, jika mulai merasa sulit untuk berbicara, bicara menjadi terbata-bata atau terengah-engah, tandanya kita sedang melakukan olahraga intensitas berat dan perlu menurunkan intensitas. Jika hendak melakukan olahraga intensitas berat, sebaiknya konsultasi kepada dokter terlebih dahulu karena olahraga tersebut berisiko untuk menurunkan imunitas tubuh.


Ingat, ya, Sobat Sehat, kalau merasa terengah-engah ketika olahraga:


#TurunkanKecepatanBukanTurunkanMasker!

Penulis:

dr. Paulin Surya Phillabertha

paulinephillabertha@gmail.com

Dokter umum


Editor: dr. Marsa Harisa Daniswara

marsa.harisa@gmail.com

Dokter Umum


Fotografer:

Mia Anisaúl Yuhdiah

miaanisaul19@gmail.com

Mahasiswi Ilmu Keperawatan

Referensi:

  1. Kementrian Kominfo. 2020. [DISINFORMASI] Pesepeda Meninggal di Monas karena Memakai Masker https://www.kominfo.go.id/content/detail/26868/disinformasi-pesepeda-meninggal-di-monas-karena-memakai-masker/0/laporan_isu_hoaks. Diakses 10 Juni 2020.

  2. World Health Organization. 2020. Advice on the use of masks in the context of COVID-19 (Interim Guidance released on June 5th 2020).

  3. World Health Organization. 2020. Can People Wear Masks While Exerciseng?. https://www.instagram.com/p/CBf7IdFDQNA/?igshid=nju6cdd67kup. Diakses 16 Juni 2020

  4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga. 2020. Rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) tentang New Normal: Panduan Latihan Fisik di Tempat Umum. 

  5. Wackerhage, H., Everett, R., Krüger, K., Murgia, M., Simon, P., & Gehlert, S. et al. (2020). Sport, exercise and COVID-19, the disease caused by the SARS-CoV-2 coronavirus. Deutsche Zeitschrift Für Sportmedizin/German Journal Of Sports Medicine, 71(5), E1-E12. https://doi.org/10.5960/dzsm.2020.441

129 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia