Benarkah itu: Skin Care Mengandung Paraben Menyebabkan Kanker?

Oleh Anugerahaning Salsabila, S.Ked.



Merupakan suatu pernyataan yang tidak asing didengar kalangan kaum hawa, bahwa skin care dan kosmetik yang mengandung senyawa paraben digadang-gadang dapat menyebabkan kanker payudara.


Benarkah kandungan paraben dalam produk kecantikan dapat menyebabkan kanker payudara?



Apakah Paraben Dapat Menyebabkan Kanker Payudara?


Kesimpulan: Tidak terbukti


Paraben merupakan suatu senyawa turunan parahydroxybenzoates atau esters parahydroxybenzoic acid yang kerap digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik. Selain kosmetik, paraben juga digunakan dalam produk sampo, krim untuk bercukur, sirup, jeli, selai, dan beberapa obat-obatan. Paraben dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya dalam produk tersebut. Terdapat beberapa jenis paraben yang umum digunakan dalam produk kosmetik yakni metilparaben, propilparaben, butilparaben, dan etilparaben. Biasanya dalam suatu produk terdapat lebih dari satu jenis paraben yang digunakan. Kombinasi paraben dengan pengawet lain juga lazim digunakan.


Beberapa penelitian membuktikan paraben memang dapat masuk dalam tubuh sebagai senyawa ester yang utuh melalui aplikasi kulit, terhirup, atau tertelan. Namun senyawa paraben juga dengan cepat dapat dikeluarkan dari tubuh.


Paraben kerap dikaitkan dengan kejadian kanker payudara karena publikasi penelitian kecil yang menemukan adanya kandungan paraben yang terukur dalam jaringan tumor payudara manusia. Paraben memang memiliki aktivitas estrogenik (seperti hormon estrogen). Hormon estrogen adalah hormon normal pada manusia yang apabila kerjanya berlebihan dapat memicu pertumbuhan sel di payudara dan pada akhirnya dapat menyebabkan tumor payudara tipe sensitif hormon. Namun, aktivitas estrogenik dari paraben ini potensinya hanya 10.000 – 100.000 kali lebih rendah daripada estrogen alami. Zat potensi estrogenik lebih tinggi banyak terdapat pada zat lain seperti pil KB, kacang kedelai, beri-berian. Tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa produk yang mengandung paraben berbahaya. Jadi, kita tidak dapat begitu saja menyimpulkan bahwa paraben menyebabkan kanker payudara.


Bagi Anda yang ragu-ragu akan dampak paraben yang masih belum didukung penelitian yang mumpuni, Anda dapat menghindari produk-produk yang mengandung paraben dan menggantinya dengan produk-produk bebas paraben yang mulai luas diproduksi.



Penulis: Anugerahaning Salsabila, S.Ked.

anugerahanings@gmail.com

Dokter Muda


Editor: dr. Rio Restu Priambodo

riorestup@gmail.com

Dokter Umum


Fotografer: Francisco Gilbert Timothy, S.Ked.

franciscogani@gmail.com

Dokter Muda




Referensi:

  1. Breast Cancer Prevention Partners. 2019. Parabens. Diakses pada 24 November 2019 di https://www.bcpp.org/resource/parabens/

  2. Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Parabens Biomonitoring Summary. Diakses pada 24 November 2019 di https://www.cdc.gov/biomonitoring/Parabens_BiomonitoringSummary.html

  3. Darbre, P. D., Aljarrah, A., Miller, W. R., Coldham, N. G., Sauer, M. J., & Pope, G. S. (2004). Concentrations of parabens in human breast tumours. Journal of Applied Toxicology: An International Journal, 24(1), 5-13.

  4. Darbre, P. D., & Harvey, P. W. (2008). Paraben esters: review of recent studies of endocrine toxicity, absorption, esterase and human exposure, and discussion of potential human health risks. Journal of Applied Toxicology, 28(5), 561–578. doi:10.1002/jat.1358

  5. Kirchhof, M. G., & de Gannes, G. C. (2013). The health controversies of parabens. Skin Therapy Lett, 18(2), 5-7.

  6. Robb-Nicholson, C. 2014. By the way, doctor : Are parabens dangerous? Harvard Health Publishing. Diakses pada 24 November 2019 di https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/By_the_way_doctor_Are_parabens_dangerous

  7. WebMD Health News. 2015. FAQ : Parabens and Breast Cancer. Diakses pada 24 November 2019 di https://www.webmd.com/breast-cancer/news/20151027/parabens-breast-cancer#4

54 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia