Coronavirus Disease (COVID-19): Sebuah QnA

Diperbarui: Mar 22

Oleh dr. Frederica Vania Agustina


Sumber gambar: cottonbro dari pexels.com

Pada 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) menetapkan Novel Corona Virus 2019 Disease (COVID-19) sebagai pandemi. Seluruh dunia dilanda rasa panik, yang diwujudkan dengan habisnya persediaan masker dan hand sanitizer di toko-toko. Bahkan beberapa oknum memanfaatkan kepanikan ini dengan menaikkan harga masker dan hand sanitizer hingga mencapai 10 kali lipat harga aslinya.


Rasa waspada memang diperlukan, tapi panik yang berlebihan juga tidak membawakan keuntungan. Pada artikel kali ini, kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih sering membuat orang-orang bingung dan/atau salah kaprah dalam menanggapi COVID-19 ini. Mari kita pelajari bersama!


Q: Bagaimana cara penularan COVID-19?

A: Seseorang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang mengidap virus tersebut. Penularan COVID-19 adalah melalui droplet yang dikeluarkan dari hidung atau mulut seseorang, biasanya melalui batuk, bersin, maupun bicara. Namun, baru-baru ini WHO mulai mempertimbangkan adanya kemungkinan COVID-19 dapat ditularkan secara airborne atau melalui udara (seperti pada penyakit Tuberkulosis).


Q: Harus pakai masker, ya?

A: Pemakaian masker biasa (surgical mask) hanya direkomendasikan apabila Anda sedang sakit, terutama sakit batuk pilek, atau apabila Anda bekerja sebagai tenaga kesehatan yang setiap hari berinteraksi dengan banyak pasien yang mengidap berbagai macam penyakit.


Q: Bila sedang sehat, apakah saya tidak perlu pakai masker?

A: Ya, kalau Anda sehat pemakaian masker tidak diperlukan. Tujuan dari pemakaian masker adalah untung menghindari penyebaran droplet dari orang yang sakit kepada orang-orang yang sehat. Bayangkan, misalnya Anda berada di sebuah bus yang berisi 30 orang yang berdempet-dempetan. Dari 30 orang itu terdapat 29 orang sehat yang memakai masker, dan 1 orang sakit yang tidak memakai masker. Sepanjang perjalanan, orang sakit ini kerap kali batuk dan bersin, sehingga menyebarkan droplet nya kemana-mana. Memang, 29 orang lainnya yang sehat tersebut memakai masker. Namun, perlu diingat! Droplet tersebut masih dapat menempel pada baju, tangan, handphone, dan benda-benda lainnya. Jadi, virus apapun akan tetap dapat menyebar. Kalau Anda bisa #DirumahAja dan bisa menghindari kontak dengan orang banyak, Anda tidak perlu memakai, menimbun, apalagi menjual masker dengan harga yang berlipat-lipat! Cuan halal, only!


Q: Para ahli menghimbau kami untuk rajin cuci tangan. Mengapa?

A: Selain melalui batuk, bersin dan bicara, infeksi droplet juga dapat ditularkan melalui kontak langsung (kontak dengan sumber infeksi) maupun kontak tidak langsung (kontak melalui benda-benda yang terkontaminasi). Karena kita tidak pernah tahu tangan kita sudah terpapar virus dan kuman apa saja, maka kita harus rajin mencuci tangan. Selain itu, jangan menyentuh hidung, mulut, serta wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Apabila tangan kita telah terpapar oleh droplet yang mengandung virus Corona, kemudian kita menyentuh hidung/mulut kita dengan tangan tersebut, kita pun beresiko untuk terkena COVID-19. Selain mencuci tangan, benda sehari-hari yang sering kita pakai di tempat ramai juga harus sering dibersihkan, ya! Contoh paling mudah adalah handphone kita sendiri.


Q: Bagaimana dengan gejala COVID-19?

A: Gejala COVID-19 yang paling umum adalah gejala ISPA (infeksi saluran pernafasan bagian atas), seperti demam diatas 38oC, batuk kering, bersin, serta badan terasa lelah. Bukan berarti orang yang mengidap gejala di atas berarti terinfeksi COVID-19, karena gejalanya kadang tidak khas. Bahkan ada beberapa orang yang tidak merasakan gejala apapun (asimptomatik). Gejala COVID-19 awalnya ringan, namun semakin lama semakin memberat. Gejala sesak nafas juga tidak muncul pada semua pengidap COVID-19 (hanya sekitar 1 dari 6 pasien) dan biasanya gejala sesak nafas dirasakan pada derajat penyakit yang lebih berat.

Q: Siapa saja yang beresiko?

A: Karena penyakit ini disebabkan oleh VIRUS, maka karakteristiknya pun mirip dengan virus pada umumnya. Virus akan lebih mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang kurang baik. Misalnya orang berusia lanjut, serta pengidap penyakit kronis seperti sakit jantung, kencing manis, dll.


Q: Selain cuci tangan dan pakai masker jika sakit, apakah ada cara lain yang bisa saya lakukan untuk memproteksi diri?

A: Seperti yang telah dibahas diatas, penyakit ini sangat bergantung pada daya tahan tubuh kita. Sehingga, kita tentu saja harus meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan sebaik mungkin, dengan cara makan makanan bergizi, minum vitamin jika diperlukan, rajin olahraga, tidur cukup, serta manajemen stres yang baik. Apabila Anda mulai merasakan gejala ISPA dan/atau telah terpapar orang yang baru saja travelling ke luar negri, jangan ragu untuk memeriksakan diri Anda ke dokter.

Q: Baru-baru ini pemerintah Indonesia sedang menggalakkan social distancing. Apakah itu, dan apa tujuannya?

A: Social distancing adalah meningkatkan jarak antar indvidu untuk tujuan mencegah penyebaran suatu penyakit. Jarak yang ideal untuk mencegah transmisi penyakit adalah sekitar 2 meter. Alasannya, droplet dapat bergerak di udara sampai dengan jarak 2 meter. Dengan menjaga jarak lebih dari 2 meter, diharapkan resiko penularan droplet antar individu pun semakin mengecil. Contoh upaya yang dapat dilakukan dalam melaksanakan social distancing adalah melakukan aktivitas dari rumah, menghindari tempat yang ramai orang, serta tidak bepergian, kecuali ada suatu urusan yang mendesak, dan jaga jarak dengan orang lain sejauh 2 meter.


COVID-19 memang merupakan pandemi yang sama sekali tidak boleh dianggap remeh. Namun, dengan mengetahui cara penularan serta cara pencegahannya, diharapkan kita akan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi penyakit ini. Mari, kita mulai menerapkan gaya hidup yang lebih bersih dan sehat, bukan hanya untuk mencegah COVID-19, namun juga untuk mencegah banyak penyakit lainnya. Saat ini, pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah bijak dengan mengizinkan warganya belajar dan bekerja dari rumah. Sekarang saatnya kita manfaatkan waktu ini untuk beristirahat dirumah demi mengurangi resiko transmisi COVID-19. Jalan-jalannya nanti dulu saja, ya! ☺ Dan untuk seluruh teman sejawat, para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, tetap semangat dan tetap jaga kesehatan agar kita semua tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Salam sehat selalu dan mari lakukan gerakan perubahan untuk Indonesia yang lebih sehat!


Penulis:

dr. Frederica Vania Agustina

frederica.vania@gmail.com

Dokter Umum


Editor:

Stephen Valentino, S.Ked.

stephenvalentinomd@gmail.com

Dokter Muda


Desainer grafis:

Gede Raditya Wisnu, S.Ked.

gradityawisnu@gmail.com

Dokter Muda



Referensi:

  1. who.int, 2020. “Q&A on coronaviruses”. Accessed from https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

  2. cdc.gov, 2020. “Transmission-Based Precautions.Accessed from: https://www.cdc.gov/infectioncontrol/basics/transmission-based-precautions.html

  3. Lockgerd, Lisa. 2020. “Coronavirus, Social Distancing, and Self Quarantine”. Accessed from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-social-distancing-and-self-quarantin




1125 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia