Efektivitas Suplementasi Kolagen pada Kulit



Seberapa familiar Sobat Sehat sekalian dengan kolagen? Produk kolagen akhir-akhir ini banyak sekali dijumpai di sosial media, terutama dalam bentuk suplemen atau minuman kolagen. Minuman berkolagen ini dikatakan dapat membuat kulit lebih kencang dan terlihat awet muda. Lalu, apakah klaim tersebut benar? Kita simak bersama, yuk, Sobat Sehat!


Apakah fungsi kolagen sebenarnya?


Kolagen adalah protein yang diproduksi oleh tubuh dan merupakan penyusun utama jaringan tubuh kita, seperti kulit, rambut, kuku, tulang, otot, dan sendi. Kolagen menyusun 80% jaringan kulit dan berfungsi bersama elastin untuk menjaga kulit tetap elastis. Selain kulit, kolagen juga berperan dalam menjaga kepadatan struktur tulang kita


Setelah menginjak usia 20 tahun, tubuh kita mulai kehilangan 1% kolagen setiap tahunnya. Inilah mengapa kulit akan menjadi semakin kering seiring bertambahnya usia. Hal ini juga dipercepat dengan paparan kulit terhadap sinar matahari, asap rokok, dan polusi udara.


Beberapa penelitian yang ada menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen kolagen dalam beberapa bulan dapat meningkatkan elastisitas kulit, mengurangi keriput, dan tanda-tanda penuaan. Selain itu, kolagen yang kaya akan asam amino proline dan glycine dikatakan dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi nyeri sendi


Apa saja jenis suplemen kolagen yang dapat ditemui di pasaran?


Suplemen kolagen ini tersedia dalam beberapa jenis dan sediaan, seperti tablet, kapsul, bubuk, dan krim. Kolagen bubuk adalah yang paling sering dijumpai dan paling mudah dikonsumsi, karena dapat dicampur ke dalam makanan dan minuman, seperti sup, kopi, teh, kue, shake, smoothies, atau bahkan air putih. Selain sediaan yang diminum, tersedia juga suplemen kolagen jenis topikal atau dalam bentuk krim kulit, namun jenis ini dikatakan tidak terlalu efektif, karena kolagen ini sulit menembus kulit hingga bagian dalam (dermis)


Bagaimana efektivitas konsumsi suplemen kolagen? Apakah manfaatnya sudah terbukti?


Konsumsi suplemen kolagen bubuk dikatakan menjanjikan secara manfaat, terutama dalam penyembuhan luka dan menghambat penuaan kulit. Konsumsi suplemen ini dapat meningkatkan elastisitas kulit dan menjaga kepadatan kolagen dalam kulit.


Beberapa studi pada tahun 2012 hingga 2019 yang melibatkan puluhan hingga ratusan wanita dengan rentang usia 35-55 tahun menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi kolagen, subjek yang mengonsumsi 2.5-5 gram kolagen per hari selama 8-12 minggu menunjukkan peningkatan elastisitas dan kelembapan kulit, menyamarkan kerutan, dan memperlancar aliran darah ke kulit. Selain itu, suplemen kolagen bubuk juga berperan dalam proses penyembuhan luka dan penuaan dini, baik dalam jangka pendek maupun panjang


Tahukah Anda bahwa kolagen juga bisa diproduksi secara natural dari makanan yang kita konsumsi?


Makanan yang mengandung glycine dan proline dapat menjadi alternatif mudah untuk meningkatkan produksi kolagen oleh tubuh. Berikut ini beberapa makanan yang kaya akan glycine:

  • asparagus,

  • pisang,

  • sup tulang (bone broth),

  • kembang kol,

  • kiwi,

  • daging sapi tanpa lemak,

  • domba,

  • unggas,

  • labu, dan

  • bayam.

Sedangkan proline banyak dijumpai pada

  • sup tulang (bone broth),

  • daging sapi,

  • kuning telur,

  • asparagus,

  • timun,

  • kembang kol, dan

  • daging ayam kampung.

Meskipun demikian, belum banyak penelitian yang mengkaji seputar efektivitas bone broth dan makanan lain yang disebutkan di atas dibandingkan dengan suplemen kolagen.

Pada bone broth, kolagen ini didapatkan dalam bentuk gelatin kaya nutrisi yang keluar dari tulang saat dimasak. Namun, pada suplemen kolagen bubuk, telah terjadi proses hidrolisis, dimana kolagen dipecah menjadi bentuk peptide yang lebih kecil, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh dalam jumlah yang lebih banyak.


Bagaimana aturan konsumsi kolagen yang dianjurkan?

  • Untuk mengurangi kerutan kulit: 2,5 gram kolagen tipe I dalam bentuk suplemen atau kombinasi kolagen tipe I dan II terbukti memberikan hasil setelah pemakaian selama 8-12 minggu.

  • Untuk mengurangi nyeri sendi: 40 mg kolagen tipe II yang dikonsumsi selama 6 bulan atau 2 gram kolagen tipe II dalam bentuk suplemen selama 10 minggu.

  • Untuk menjaga kesehatan tulang: 5 gram kolagen dalam bentuk suplemen yang berasal dari sapi meningkatkan kepadatan tulang setelah pemakaian 1 tahun (namun belum banyak penelitian terkait hal ini).

  • Untuk membentuk otot: 15 gram kolagen yang dikonsumsi 1 jam setelah latihan beban dapat membantu pembentukan otot

Perlu juga diperhatikan bahwa ada beberapa efek samping yang dapat terjadi pada saat mengonsumsi suplemen kolagen, yaitu diare, perut terasa penuh, dan ruam pada kulit, namun hal ini jarang terjadi. Jika Anda memiliki riwayat penyakit dan mengalami masalah kesehatan pada saat mengonsumsi kolagen, segeralah diskusikan hal tersebut dengan dokter Anda.


Kesimpulannya, kolagen dalam bentuk suplemen atau dari sumber makanan dapat dikonsumsi untuk memperoleh manfaat yang baik bagi kulit, tulang, dan anggota tubuh lainnya. Namun, hal ini dianjurkan untuk digunakan dalam batas wajar dan dibarengi dengan kebiasaan hidup sehat lainnya, seperti makan makanan bergizi dan olahraga teratur


Penulis:

dr. Dhia Clarissa Putri

dhia.putri@healthierindonesia.org


Editor:

dr. Stephen Valentino

stephen.valentino@healthierindonesia.org


Referensi:

  1. Bolke L, Schlippe G, Gerß J, and Voss W. A Collagen Supplement Improves Skin Hydration, Elasticity, Roughness, and Density: Results of a Randomized, Placebo-Controlled, Blind Study. Nutrients. 2019 Oct; 11(10):2494. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6835901/

  2. Borumand M. & Sibilla S. Effects of a nutritional supplement containing collagen peptides on skin elasticity, hydration and wrinkles. JMNN 2015; 4(1):47-53.http://www.jmnn.org/article.asp?issn=2278-1870;year=2015;volume=4;issue=1;spage=47;epage=53;aulast=Borumand

  3. Choi FD, Sung CT, Juhasz ML, and Mesinkovska NA. Oral Collagen Supplementation: A Systematic Review of Dermatological Applications. J Drugs Dermatol. 2019 Jan; 18(1):9-16. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30681787/

  4. Crowley DC, Lau FC, Sharma P, Evans M, Guthrie N, Bagchi M, Bagchi D, Dey DK, Raychaudhuri SP. Safety and efficacy of undenaturated type II collagen in the treatment of osteoarthritis of the knee: a clinical trial. Int J Med Sci. 2009 Oct; 6(6):312-21. doi: 10.7150/ijms.6.312. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19847319/

  5. König D, Oesser S, Scharla S, Zdzieblik D, Gollhofer A. Specific Collagen Peptides Improve Bone Mineral Density and Bone Markers in Postmenopausal Women: A Randomized Controlled Study. Nutrients. 2018 Jan; 10(1):97. doi: 10.3390/nu10010097. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29337906/

  6. Proksch E, Segger D, Degwert J, Schunck M, Zague V, Oesser S. Oral supplementation of specific collagen peptides has beneficial effects on human skin physiology: a double-blind, placebo-controlled study. Skin Pharmacol Physiol. 2014; 27(1):47-55. doi: 10.1159/000351376. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23949208/

  7. Schwartz SR, Park J. Ingestion of BioCell Collagen®, a novel hydrolysed chicken sternal cartilage extract; enhanced blood microcirculation and reduced facial aging signs. Clin Interv Aging. 2012; 7:267-73. doi: 10.2147/CIA.S32836 https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22956862/

  8. Van Vijven JPJ, Lujisterburg PA, Verhagen AP, van Osch GJVM, Kloppenburg M, Bierma-Zeinstra SMA. Symptomatic and chondroprotective treatment with collagen derivatives in osteoarthritis: a systematic review. Osteoarthritis Cartilage. 2012 Aug; 20(8):809-21. doi: 10.1016/j.joca.2012.04.008. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22521757/

  9. Zdzieblik D, Oesser S, Baumstark MW, Gollhofer A, König D. Collagen peptide supplementation in combination with resistance training improves body composition and increases muscle strength in elderly sarcopenic men: a randomised controlled trial. Br J Nutr. 2015 Oct; 114(8):1237-45. doi: 10.1017/S0007114515002810. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26353786/

34 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia