4 Trik Meningkatkan Produktivitas Dengan Rebahan

Diperbarui: Mei 5

Oleh Destanty Jasmin L.S., S.Ked.



Siapa, sih, yang enggak pernah ngantuk di siang hari? Rebahan menjadi salah satu pilihan yang dilakukan oleh banyak orang ketika rasa kantuk sedang melanda. Tren rebahan semakin marak dilakukan oleh banyak orang terutama ketika sedang mager atau malas gerak. Akan tetapi, apakah rebahan itu baik untuk kesehatan? Berapa lama waktu rebahan yang direkomendasikan?


Mengapa orang memilih rebahan?


Ada 3 alasan utama mengapa orang memilih rebahan. Beberapa orang memilih rebahan sebagai pengganti waktu tidur malam yang kurang (replacement napping) atau mempersiapkan diri untuk begadang (prophylactic napping). Selain itu, juga ada orang yang memilih rebahan sekadar untuk kesenangan (appetitive napping). Rebahan dikatakan dapat meningkatkan kewaspadaan seseorang, membantu orang untuk dapat bekerja lebih baik dan merasa lebih bahagia. Beberapa studi mengatakan bahwa rebahan dapat meningkatkan mood dan membantu agar seseorang tidak merasa lelah dan mengantuk saat beraktivitas. Rebahan dalam waktu yang singkat dapat membantu ketika seseorang merasa lelah tetapi harus tetap melakukan aktivitas atau sebuah pekerjaan. Rebahan juga dikatakan memiliki manfaat untuk konsolidasi memori dari sebuah materi yang baru didapatkan sebelumnya.


Berapa lama waktu rebahan yang efektif untuk seseorang?


Beberapa studi mengatakan bahwa waktu rebahan yang efektif di siang hari adalah 10-30 menit. Rebahan dalam waktu yang singkat dapat mengurangi rasa kantuk. Namun, rebahan dalam waktu yang lebih lama dikatakan tidak efektif. Orang yang terbangun setelah rebahan dalam waktu yang lama dapat merasa pening. Kondisi ini disebut sleep inertia, yang merupakan kondisi psikologis di mana seseorang merasa lemas, lelah, pusing dan uring-uringan ketika bangun tidur. Kondisi tersebut disebabkan karena terbangun tiba-tiba saat tidur dalam fase Rapid Eye Movement (REM) karena kadar melatonin yang tinggi sehingga menyebabkan rasa kantuk. Semakin lama Anda tidur, maka kadar melatonin akan semakin meningkat yang menyebabkan rasa kantuk.


Bagaimana caranya rebahan efektif?


Berikut merupakan beberapa tips agar rebahan lebih efektif:

  1. Jika Anda rebahan secara teratur, sebaiknya rebahan pada waktu yang sama setiap hari.

  2. Jangan rebahan setelah pukul 2 - 3 siang! Kita seringkali merasakan kantuk sekitar pukul 2 – 3 siang, dan rebahan setelah waktu tersebut justru dapat mengganggu waktu tidur Anda pada malam hari.

  3. Rebahan di tempat yang tenang dan nyaman

  4. Atur alarm tidak lebih dari 30 menit sehingga Anda tidak tertidur dalam waktu yang lebih lama.

Perlu diingat bahwa jika Anda rebahan lebih dari 30 menit, maka Anda akan masuk dalam fase tidur dalam sehingga akan memengaruhi kualitas tidur Anda di malam hari.


Penulis:

Destanty Jasmin L.S., S.Ked.

djasmine98.dj@gmail.com

Dokter Muda


Editor:

dr. Marsa Harisa Daniswara

marsa.harisa@gmail.com

Dokter Umum

Desainer Grafis:

Ninda Feranggita Pradani, S.Gz.

nferanggita@gmail.com

Dietisien Muda




Referensi:

  1. Ficca G., Axelsson J., Mollicone DJ., Muto V., Vitiello MV. 2010. Naps, cognition and performance. Sleep Medicine Reviews 14. Pp 249-258.

  2. Milner CE., Cote KA. 2009. Benefits of napping in healthy adults: impact of nap length, time of day, and experience with napping. Journal of Sleep Research (2009) 19, 272-281.

  3. Slama H., Deliens G., Schmitz R., Pelgneux P., Leproult R. 2015. Afternoon Nap and Bright Light Exposure Improve Cognitive Flexibility Post Lunch. Plos One. pp 1-16.

  4. Tietzel AJ., Lack LC. 2001. The Short-Term Benefits of Brief and Long Naps Following Nocturnal Sleep Restriction. Sleep Homeostatic Processes. Vol. 24. No.23. pp 293-300.

  5. www.sleepfoundation.org/article/sleep-topics/napping [diakses pada tanggal 11 Januari 2020]


82 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia