Benarkah itu: Wanita Butuh Spa Vagina?

Oleh Ade Saputri, S.Ked.


Bagi wanita yang mengalami vaginal dryness, ingin mengembalikan kekencangan vagina, membersihkan rahim, mencegah penyakit daerah kewanitaan, menstabilkan hormon, mengurangi rasa nyeri saat menstruasi, dan menghilangkan bau tidak sedap bisa melakukan spa vagina atau di Indonesia disebut dengan ratus spa. Tindakan yang dilakukan adalah mencuci, memijat dan mengasap bagian daerah kewanitaan. Ratus spa dinilai sebagai budaya yang telah ada di Indonesia. Selain itu, mulai dibukanya tempat – tempat penyedia jasa ratus spa juga membuat terapi ini makin diminati oleh kaum hawa.



Apakah Benar Wanita Membutuhkan Spa Vagina?



Kesimpulan: Tidak Benar


Bagi Anda para wanita mungkin tidak asing dengan spa vagina. Praktik ini sering ditawarkan sebagai rangkaian perawatan tubuh yang seringkali menjanjikan solusi terhadap masalah pada organ kewanitaan. Namun apakah spa vagina aman dan dapat memberikan banyak manfaat yang dijanjikan? Yuk simak informasi di bawah ini. Tentunya Anda tidak ingin asal-asalan dalam menjaga kesehatan organ kewanitaan, kan :)


Spa vagina atau disebut dengan ratus spa di Indonesia merupakan tindakan yang dilakukan dengan mencuci, memijat dan menguap bagian daerah kewanitaan. Spa sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari salus per aquam, yang secara harfiah berarti “kesehatan melalui air” sehingga dalam praktiknya tindakan ini utamanya menggunakan air. Ratus spa sering disebut juga dengan vaginal steaming karena inti dari rangkaian tindakan ini adalah menguap daerah kewanitaan dengan bahan – bahan tertentu yang dinilai bermanfaat untuk kesehatan organ intim seperti bunga chamomile, oregano, basil, atau herbal – herbal lainnya. Kebanyakan tempat spa menyediakan kursi khusus yang akan menguapkan bahan – bahan tersebut, sehingga memudahkan proses steaming. Tidak jarang pula spa vagina dilakukan sendiri di rumah karena hanya bermodal air panas dan beberapa herbal. Namun untuk alasan keamanan, hal ini tidak direkomendasikan.


Praktik spa vagina sendiri telah dilakukan sejak lama dan merupakan tradisi pada beberapa negara. Beberapa praktik untuk membersihkan dan memodifikasi vagina telah lama dilakukan oleh wanita dari berbagai negara. Praktik pembersihan dan penggunaan produk pada organ kewanitaan bagian luar telah sering dilakukan di Thailand dan Indonesia. Sementara itu, kebiasaan sauna vagina diduga berasal dari Korea dan Tiongkok.


Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa spa vagina dapat memberikan manfaat yang disebutkan dalam berita. Kemungkinan uap herbal yang dapat masuk menembus sampai jaringan vagina dan meregulasi hormon serta meningkatkan fertilitas sangatlah sedikit. Salah satu manfaat yang mungkin didapat adalah lancarnya aliran darah ke vagina sehingga mekanisme pembersihan alami dapat berjalan dengan baik. Namun efek ini belum terbukti pada penelitian skala besar.


Praktik spa vagina bukan berarti tanpa risiko, lho. Sebuah studi kasus melaporkan kejadian luka bakar akibat spa vagina di rumah. Hal ini mengingatkan kita untuk tidak sembarangan melakukan kegiatan ini jika belum terlatih karena suhu uap mungkin akan sulit untuk diukur. Penggunaan herbal dalam uap yang digunakan juga dapat menimbulkan alergi pada daerah kewanitaan.


Sebenarnya, vagina telah memiliki perlindungan alami dalam bentuk kumpulan bakteri dan tingkat keasaman. Anda hanya perlu memastikan bahwa kondisi vagina tidak lembab dan tingkat keasaman sesuai sehingga perlindungan alami akan berjalan dengan baik. Selain itu, kebiasaan membersihkan vagina juga berpengaruh terhadap kesehatan organ kewanitaan. Ternyata, untuk membersihkan vagina direkomendasikan hanya menggunakan air. Jika ingin menggunakan sabun, maka direkomendasikan untuk memilih sabun yang tidak berparfum dan digunakan hanya pada bagian luar. Pada bagian dalam vagina terdapat mekanisme pembersihan yang akan berjalan dengan sendirinya.



Kesimpulan


Untuk saat ini belum ada bukti – bukti ilmiah yang mendukung praktik spa vagina, apalagi berkaitan dengan klaim – klaim kesehatan yang ditawarkan. Berdasarkan informasi yang ada saat ini, dapat disimpulkan bahwa spa vagina sebenarnya tidak dibutuhkan oleh wanita. Memang benar praktik ini merupakan bagian dari tradisi yang turun-temurun dilakukan di beberapa daerah. Namun perlu diperhatikan aspek keamanan dan sterilitas jika tetap ingin melakukan spa vagina. Tetap sehat ya, ladies!


Penulis: Ade Saputri, S.Ked.

adesaptr@gmail.com

Dokter Muda


Editor: dr. Rio Restu Priambodo

riorestup@gmail.com

Dokter Umum


Fotografer: Francisco Gilbert Timothy, S.Ked.

franciscogani@gmail.com

Dokter Muda




Referensi:

  1. Hull, T., Hilber, A.M., Chersich, M.F., Bagnol, B., Prohmmo, A., Smit, J.A., Widyantoro, N., Utomo, I.D., François, I., Tumwesigye, N.M. and Temmerman, on behalf of the WHO GSVP Study Group, M., 2011. Prevalence, motivations, and adverse effects of vaginal practices in Africa and Asia: findings from a multicountry household survey. Journal of women's health, 20(7), pp.1097-1109.

  2. McDermott, A. 2019. Vaginal Steaming: Use, Safety, Benefits, and More. [online] Healthline. Available at: https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-steaming#efficacy [Accessed 6 Dec. 2019].

  3. Robert, M., 2019. Second-degree burn sustained after vaginal steaming. Journal of obstetrics and gynaecology Canada, 41(6), pp.838-839.

  4. Vandenburg, T. and Braun, V., 2017. ‘Basically, it’s sorcery for your vagina’: unpacking Western representations of vaginal steaming. Culture, health & sexuality, 19(4), pp.470-485.







37 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia