Mengenal Zumba dan Manfaatnya

Diperbarui: Jan 20

Oleh Destantry Jasmine LS, S.Ked.


Siapa yang tak kenal Zumba? Senam yang sedang naik daun ini kini banyak digemari masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan usia.


Zumba merupakan program kebugaran berupa tarian yang berfokus terhadap gerakan ritmik seluruh tubuh yang menyatukan antara kebugaran dan hiburan. Zumba pertama kali diperkenalkan oleh Alberto “Beto” Perez pada tahun 1990an, dan termasuk tarian dan musik pop Latin.


Terdapat berbagai variasi zumba yang dikhususkan pada berbagai usia termasuk anak-anak dan orang tua. Tujuan dari zumba adalah untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan, koordinasi dan daya tahan jantung serta pembuluh darah. Terdapat 8 jenis kelas zumba yang berbeda untuk berbagai usia dan tujuan:

  1. Zumba Gold merupakan program yang dibuat untuk orang tua.

  2. Zumba Step merupakan olahraga untuk tubuh bagian bawah yang menggabungkan zumba rutin dan aerobik dengan ritme tarian Latin.

  3. Zumba Toning ditujukan untuk orang yang melakukan olahraga dengan tongkat untuk mengencangkan tubuh dan akan menargetkan otot perut, paha, lengan dan otot lain pada seluruh tubuh. Zumba jenis ini menyediakan olahraga kardio dan latihan kekuatan bagi pesertanya.

  4. Aqua Zumba merupakan kelas zumba yang dilakukan di kolam renang di mana instruktur akan memandu di tepi kolam renang dan peserta zumba mengikuti gerakannya pada air yang dangkal.

  5. Zumba Sirkuit mengombinasikan tarian dengan latihan sirkuit, biasanya dilakukan 30 menit dan digabungkan dengan latihan kekuatan pada berbagai pos sesuai dengan interval waktu.

  6. Zumba Kids dan Zumba Kids Jr merupakan kelas zumba yang dirancang untuk anak antara usia 4 sampai dengan 12 tahun.

  7. Zumba Sentao merupakan olahraga yang dilakukan di kursi dan fokus menggunakan berat badan untuk memperkuat dan membentuk tubuh.

  8. Zumba Strong merupakan jenis zumba yang mengombinasikan latihan interval intensitas tinggi dengan musik zumba.


Lalu apa saja manfaat dari senam zumba ini ?

Zumba memiliki berbagai efek terhadap tubuh manusia diantaranya:

  1. Pada sistem saraf, zumba yang merupakan gerakan tarian memberikan efek gembira karena pusat pada otak terstimulasi dengan musik dan gerakan menari. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik berupa gerakan menari membantu meningkatkan memori karena memperkuat koneksi sel saraf.

  2. Menurut Kattenstroth JC (2011) dalam sebuah studi mengatakan bahwa orang tua yang beraktivitas fisik berupa menari secara rutin memiliki fleksibilitas, stabilitas postur tubuh, keseimbangan, serta kecerdasan yang lebih baik dibandingkan dengan orang tua yang tidak melakukan aktivitas fisik rutin berupa menari.

  3. Sebuah studi oleh Luettgen M pada tahun 2011 tentang Zumba: Is the “fitness party” a good workout? mengatakan bahwa zumba merupakan salah satu latihan yang dapat meningkatkan kebugaran sistem jantung dan pernapasan. Selain itu, zumba juga dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi tambahan bersama obat hipertensi.

  4. Zumba juga dapat meningkatkan massa otot tanpa lemak dan kekuatan tulang serta sendi. Sebuah studi yang dilaksanakan di dua universitas Bosnia menunjukkan bahwa zumba efektif dalam menurunkan massa lemak tubuh pada wanita yang mengikuti kelas zumba tiga kali seminggu selama delapan minggu (Ljubojevic; Jovanovic; Zrnic; Sebic; 2016).

  5. Berbagai studi menunjukkan bahwa gerakan tarian energik termasuk zumba efektif dalam meningkatkan kualitas psikologis seseorang. Wanita menopause yang tidak melakukan aktivitas fisik secara rutin kemudian diintervensi untuk melakukan zumba selama 12 minggu menunjukkan terjadinya peningkatan kualitas hidup sehingga zumba dapat dikatakan meningkatkan kesehatan psikososial (Rossmeissl A. et.al.; 2016).

  6. Studi menurut Bennet P. et al. 2012 dan Sanders, 2012 mengatakan bahwa Zumba Gold aman untuk dilakukan oleh orang tua bahkan dengan penyakit kronis, walaupun terdapat dua studi yang memperingatkan kemungkinan cedera yang berkaitan dengan zumba dan kesalahan menggunakan alas kaki (Inouye, J, et.al.; 2013; Schrimpf, C,; et.al; 2014).


Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa zumba merupakan salah satu aktivitas fisik yang baik untuk dilakukan berbagai kalangan usia dan memiliki berbagai manfaat kesehatan yang baik untuk Anda.

Akan tetapi, zumba yang Anda ikuti perlu disesuaikan dengan tujuan yang hendak Anda capai serta gerakan zumba sesuai dengan usia Anda.


Penulis:

Destantry Jasmine LS, S.Ked.

djasmine98.dj@gmail.com

Dokter Muda RSUP dr. Sardjito


Editor:

Riyo P. Irawan

riyopungkiirawan@gmail.com

Dokter Muda RSUP dr. Sardjito



Referensi :

  1. Bennett, P.; Corradini, A.; Ockerby, C.; Cossich, T. (2012). Exercise during hemodialysis the intradialytic ZumbaGold.Nephrol. News Issues 2012, 26, 31–32.

  2. Inouye, J.; Nichols, A.; Maskarinec, G.; Tseng, C.W. (2013). A survey of musculoskeletal injuries associated with zumba.Hawaii J. Med. Public Health, 72, 433–436.

  3. Kattenstroth, J. C., Kalisch, T., Kolankowska, I., & Dinse, H. R. (2011). Balance, sensorimotor, and cognitive performance in long-year expert senior ballroom dancers. Journal of aging research, 2011, 176709. doi:10.4061/2011/176709

  4. Ljubojevic, A., Jovanovic, S., Zrnic, R., & Sebic, L. (2016). Zumba fitness cardio exercise: the effects on body fat mass reduction of woman. Homo Sporticus, 1. 32-35.

  5. Luettgen, Mary; Foster, Carl; Doberstein, Scott; Mikat, Rick; Porcari, John (1 June 2012). "Zumba®: Is the "Fitness-Party" a Good Workout?". Journal of Sports Science & Medicine. 11 (2): 357–358.

  6. Rossmeissl, A., Lenk, S., Hanssen, H., Donath, L., Schmidt-Trucksäss, A., & Schäfer, J. (2016). ZumBeat: Evaluation of a Zumba Dance Intervention in Postmenopausal Overweight Women. Sports (Basel, Switzerland), 4(1), 5. doi:10.3390/sports4010005

  7. S. Jitesh et al, (2016). Effect Of Zumba Dance On Blood Pressure, J. Pharm. Sci. & Res. Vol. 8(6), 501-505, 0975-1459

  8. Sanders, M E, & Prouty, J, (2012). Zumba (R) Fitness is Gold for All Ages. ACSM's Health & Fitness Journal, 16, 25-28

  9. Schrimpf, C.; Haastert-Talini, K.; von Falck, C.; Rustum, S.; Wilhelmi, M.; Teebken, O.E.(2014). High sport sneakersmay lead to peripheral artery occlusion in Zumba® dancers. Vasa, 43, 78–80.

  10. History of Zumba. https://web.archive.org/web/20160425170938/http://zumba.tlw.hu/en/history-of-zumba.html diakses pada 7 Desember 2019.

  11. Zumba Classes. https://www.zumba.com/en-US/pages/class diakses pada 7 Desember 2019.

54 tampilan

informasi kesehatan terpercaya

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon

info@healthierindonesia.org              Healthier Indonesia                healthier.indonesia